Luis Enrique kembali membuktikan statusnya sebagai pelatih terbaik di Eropa. Dalam daftar 30 manajer terbaik pria yang dirilis ESPN FC, juru taktik asal Spanyol itu menempati posisi puncak berkat keberhasilannya membawa Paris Saint-Germain meraih gelar Liga Champions kedua beruntun. Dengan total skor 87/100, Enrique unggul atas Pep Guardiola yang kini berstatus tanpa klub.
Peringkat kedua ditempati Guardiola dengan skor 85/100. Meski meninggalkan Manchester City dengan status legenda—empat gelar Premier League beruntun dan satu trofi Liga Champions—musim terakhirnya dianggap kurang meyakinkan. City harus puas mengejar Arsenal di klasemen dan kembali tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid. Kini, masa depan pelatih asal Katalan itu menjadi tanda tanya besar.
Posisi ketiga dihuni Mikel Arteta yang sukses mengakhiri puasa gelar Arsenal selama 22 tahun dengan menjuarai Premier League musim lalu. Keberhasilan itu tak lepas dari organisasi pertahanan solid dan manajemen permainan apik. Namun, kekalahan di final Liga Champions dan Carabao Cup menunjukkan The Gunners masih butuh sedikit peningkatan untuk bisa tampil sempurna.
Hansi Flick menempati peringkat keempat setelah mempersembahkan dua gelar LaLiga beruntun bagi Barcelona. Meski gaya menyerangnya tetap agresif, Flick menunjukkan fleksibilitas dengan menjadi lebih pragmatis saat dibutuhkan. Sementara itu, Unai Emery melengkapi lima besar berkat konsistensinya membawa Aston Villa meraih trofi Eropa setelah 44 tahun.
Daftar ini juga menempatkan sejumlah pelatih muda berbakat seperti Cesc Fabregas (posisi 15), Francesco Farioli (posisi 22), dan Michael Carrick (posisi 21) yang baru saja diangkat permanen sebagai manajer Manchester United. Kehadiran mereka menandai regenerasi di dunia kepelatihan Eropa.
Menariknya, ada beberapa nama besar yang justru kesulitan mempertahankan reputasi. Ruben Amorim, yang sempat dianggap sebagai kandidat pelatih top, harus puas di peringkat 30 setelah gagal di Manchester United dan kini mencoba bangkit bersama AC Milan. Jose Mourinho juga hanya berada di posisi 24 setelah kembali ke Real Madrid, dengan tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan klub.
Dengan demikian, persaingan di papan atas sepak bola Eropa dipastikan semakin sengit. Luis Enrique bersama PSG masih menjadi tim yang harus dikalahkan, sementara para pelatih lain akan berusaha mengejar ketertinggalan mereka. Siapa yang akan menjadi yang terbaik musim depan? Kita tunggu saja.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang