Erling Haaland kembali menjadi sorotan utama jelang musim 2026-27. Usai membawa Manchester City meraih gelar, striker asal Norwegia itu kini membidik rekor dengan memenangi Sepatu Emas Premier League untuk keempat kalinya secara beruntun. Namun, jalan menuju puncak tak akan mudah. Ada beberapa nama yang siap menggoyang singgasana Erling Haaland musim ini.

Musim lalu, Haaland memang tampil trengginas dengan 27 gol. Ia berhasil mempertahankan gelar top scorer yang sebelumnya ia raih dengan catatan fantastis 36 gol pada 2022-23. Total 112 gol dalam 132 laga di kasta tertinggi Inggris menunjukkan betapa hausnya ia akan gol. Kini, dengan empat kali peraih Sepatu Emas sebelumnya, Mohamed Salah, yang sudah tidak lagi berseragam Liverpool, peluang Haaland untuk mendekati rekor Thierry Henry pun terbuka lebar.

Salah satu pesaing terberat datang dari Liverpool. Alexander Isak, yang diboyong dengan status rekor transfer Inggris senilai £125 juta (sekitar Rp2,5 triliun), hanya mampu mencetak empat gol di semua kompetisi musim lalu karena cedera. Padahal, pada musim 2024-25, ia finis sebagai runner-up dengan 23 gol, hanya kalah dari Salah. Jika kebugarannya terjaga dan pelatih baru Andoni Iraola bisa memberikan layanan yang ia butuhkan, Isak bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.

Jangan lupakan juga sosok Igor Thiago dari Brentford. Striker asal Brasil ini tampil mengejutkan pada musim pertamanya yang utuh di Premier League dengan mengoleksi 22 gol. Ia hanya kalah dari Haaland dalam perebutan Sepatu Emas. Performa impresifnya itu mengantarnya tampil di Piala Dunia bersama Timnas Brasil. Ketertarikan klub-klub besar, termasuk Manchester United, semakin menambah panas persaingan.

Di lini depan Arsenal, ada Viktor Gyokeres. Meski hanya mencetak 14 gol di liga pada debutnya, ia berperan penting dalam mengakhiri paceklik gelar Arsenal selama 22 tahun. Yang menarik, 14 dari 21 golnya di semua kompetisi terjadi setelah pergantian tahun. Jika ia bisa konsisten sepanjang musim dan Arsenal semakin percaya diri setelah lepas dari beban, Gyokeres layak diperhitungkan.

Nama-nama seperti Ollie Watkins (Aston Villa), Benjamin Sesko (Manchester United), dan Joao Pedro (Chelsea) juga tidak boleh diabaikan. Watkins konsisten dengan rata-rata 15 gol per musim sejak 2020. Sesko, yang baru berusia 23 tahun, mencetak sembilan gol setelah pergantian pelatih di United pada Januari lalu. Sementara Joao Pedro akan mencoba membuktikan diri di bawah arahan Xabi Alonso di Chelsea.

Sejarah mencatat, sejak 2018-19 hingga 2021-22, tidak ada yang mencetak lebih dari 23 gol untuk jadi top scorer. Namun, dalam empat musim terakhir, jumlah gol yang dibutuhkan untuk memenangi Sepatu Emas terus meningkat, berkisar antara 27 hingga 36 gol. Hal ini menunjukkan betapa dominannya Haaland dan betapa ketatnya persaingan musim ini. Siapakah yang akan mampu menyaingi ketajaman Haaland?