Ada pemandangan yang cukup kontras di kawasan Asia Tenggara ketika jendela internasional resmi dibuka. Sebanyak enam negara memilih untuk tidak ambil bagian dalam agenda Timnas Indonesia dan kompetisi persahabatan pada periode FIFA Matchday November. Padahal, ajang ini sangat krusial bagi setiap asosiasi sepak bola untuk mendongkrak posisi di ranking resmi FIFA demi memperbaiki undian turnamen masa depan.

Dari daftar enam negara yang absen tersebut, skuad Garuda berdiri paling tinggi di tangga ranking FIFA. Berdasarkan data terkini, pasukan Merah Putih nyaman bertengger di peringkat ke-116 dunia. Di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong, armada Merah Putih sebenarnya sempat membidik laga uji coba melawan Yordania di Amman, bahkan sempat mendekati Hong Kong sebagai alternatif pengganti setelah rencana awal batal.

Namun, dinamika internal membuat PSSI mengambil jalur berbeda. Alih-alih memaksakan laga persahabatan internasional di tengah jadwal yang padat, federasi memilih mematangkan persiapan taktik melalui pemusatan latihan jangka panjang di Bali. Keputusan ini praktis mengulang situasi serupa di mana Garuda dua kali beruntun harus melewatkan agenda pertandingan resmi pada kalender November.

Selain Indonesia, lima negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga bernasib serupa tanpa satupun pertandingan persahabatan internasional. Filipina menyusul di posisi ke-136 dunia, diikuti oleh Myanmar pada tangga ke-159. Sementara itu, Kamboja, Laos, dan Timor Leste secara berurutan menempati posisi ke-177, ke-188, serta posisi paling buncit di peringkat ke-202 dunia.

Absennya keenam negara ini menjadi sorotan tersendiri jika dibandingkan dengan kesibukan negara tetangga lainnya. Rival abadi di Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, hingga Singapura tampak sangat agresif memanfaatkan kalender FIFA Matchday dengan menantang tim-tim kuat dari berbagai belahan dunia demi menguji kapasitas skuad masing-masing.