Badai cedera yang menghantam lini belakang memaksa AC Milan untuk bergerak cepat pada bursa transfer Januari mendatang. Situasi darurat ini muncul setelah bek andalan mereka, Matteo Gabbia, harus menepi selama kurang lebih tiga bulan akibat robekan otot hamstring kiri yang melibatkan tendon. Tim medis klub memutuskan untuk memilih jalur pemulihan non-operasi dengan mengandalkan istirahat serta terapi, meski metode tersebut dianggap minim jaminan kepastian cepat di atas lapangan.

Kondisi pelik tersebut membuat manajemen klub di bawah arahan Gerry Cardinale menyadari bahwa mendatangkan bek tengah baru bukan lagi sekadar opsi sekunder, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi skuad. Dilansir dari Football Italia, kebutuhan ini semakin mendesak mengingat pelatih Ruben Amorim kini kekurangan pilihan solid di jantung pertahanan. Tekanan di sektor belakang menuntut langkah taktis yang cepat dan terukur dari manajemen Rossoneri agar stabilitas tim tidak terganggu di sisa paruh musim kompetisi.

Sebagai respons atas krisis tersebut, Rossoneri dikabarkan telah kembali membuka komunikasi intensif dengan perwakilan Gonçalo Inácio guna menghidupkan kembali negosiasi yang sempat kandas di hari penutupan bursa transfer musim panas lalu. Bek Sporting CP berusia 25 tahun itu dikabarkan menyambut baik potensi reuni dengan Amorim, mantan pelatihnya di Lisbon. Namun, memboyong sang pemain sama sekali bukan perkara mudah karena manajemen klub peminat diyakini harus menyiapkan mahar melampaui €40 juta atau setara dengan kisaran Rp680 Miliar, dan angka itu pun belum tentu meluluhkan pendirian klub pemilik.

Selain nama Inácio, alternatif lain yang masuk dalam radar adalah mantan benteng pertahanan Napoli yang kini berseragam Bayern Munich. Kim Min-jae baru mencatatkan tiga penampilan musim ini dan mulai kehilangan kepercayaan penuh dari jajaran pelatih maupun klub raksasa Jerman tersebut. Pihak manajemen klub Italia ini telah melakukan penjajakan awal kepada perwakilan sang pemain dan siap melancarkan langkah konkret apabila ada peluang memboyongnya dengan persyaratan yang menguntungkan.