Klub raksasa Italia, AC Milan, dengan tegas mengutuk tindakan pelecehan rasial yang diterima oleh penjaga gawang andalan mereka di media sosial. Situasi panas ini terjadi menyusul kartu merah yang didapat sang kiper saat skuad asuhan pelatih tampil di kancah Eropa menghadapi Bournemouth. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Football Italia, pihak klub langsung bergerak cepat merilis pernyataan resmi demi melindungi pemainnya dari gelombang serangan digital yang tidak beradab.
Petaka bagi Rossoneri bermula pada menit ke-27 dalam laga tersebut ketika Mike Maignan diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Sang penjaga gawang asal Prancis terprovokasi dan mendorong wajah gelandang lawan, Tyler Adams, saat situasi kemelut jelang eksekusi sepak pojok. Wasit langsung menunjuk titik putih yang sukses dimanfaatkan Marcus Tavernier menjadi gol, sekaligus mengubah jalurnya pertandingan hingga memastikan kemenangan telak tiga gol tanpa balas bagi tuan rumah.
Tekanan terhadap sang penjaga gawang kian memuncak setelah peluit akhir berbunyi, di mana akun pribadinya diserbu komentar bernada rasis dari oknum netizen yang kecewa. Pihak klub menyatakan solidaritas penuh dan menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi sama sekali tidak memiliki tempat di dalam maupun di luar lapangan hijau. Manajemen juga mengingatkan para pendukung agar bisa menyalurkan rasa frustrasi akibat kekalahan pahit tersebut dengan cara yang jauh lebih bermartabat.
Ini bukanlah kali pertama sang penjaga gawang tim nasional Prancis itu menjadi korban perilaku tercela berbasis ras. Sebelumnya, pada Januari 2024, ia bahkan pernah memimpin rekan-rekan setimnya untuk meninggalkan lapangan hijau saat berlaga di kandang Udinese demi memprotes nyanyian rasis dari tribune penonton. Pengalaman pahit berulang ini menunjukkan betapa krusialnya peran kolektif seluruh elemen sepak bola untuk menghapus tuntas tindakan diskriminatif yang merusak nilai sportivitas.
Melalui pernyataan resminya, manajemen Rossoneri menyerukan kepada seluruh basis pendukung setia untuk tetap menjaga persatuan di tengah masa-masa sulit performa tim. Klub menekankan bahwa hasrat besar untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan harus selalu dijalaninya dengan menjunjung tinggi nilai martabat, respek antarsesama, serta kelas sebagai bagian dari keluarga besar sepak bola Italia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang