Pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang bakal digelar pada 14 Desember mendatang dipastikan memanas. Dilansir dari Football Italia, Adriano Galliani kini muncul sebagai penantang serius bagi petahana Giovanni Malagò, membawa angin perubahan setelah gerbong klub-klub top mulai menunjukkan ketidakpuasan mendalam terhadap kepengurusan saat ini.

Dukungan masif yang sebelumnya diberikan oleh kontestan Serie A kepada Malagò pada bulan April lalu mulai meredup secara signifikan. Para petinggi klub merasa diabaikan dalam berbagai keputusan krusial, termasuk penunjukan pelatih tim nasional yang tidak sesuai harapan mayoritas klub papan atas, serta minimnya pelibatan mereka dalam penentuan posisi strategis di federasi.

Melihat celah tersebut, sejumlah klub dikaburkan mulai merapat dan menjajaki kemungkinan mengusung figur berpengalaman seperti Galliani, yang sukses merengkuh puluhan trofi selama memimpin AC Milan. Sang tokoh senior dikabarkan membuka pintu lebar-lebar, sementara kubu pendukungnya berupaya merajut koalisi dari suara pemain, pelatih, hingga klub-klub divisi bawah jelang tenggat pencalonan pada 4 November.

Di sisi lain, Malagò sama sekali tidak gentar menghadapi dinamika politik yang terjadi di level atas sepak bola Italia ini. Dalam wawancaranya, ia mengaku sama sekali tidak merasa ditinggalkan oleh mayoritas pemilih dan memilih untuk meredam tensi politik melalui komunikasi personal dengan mendatangi para petinggi klub satu per satu.

"Saya sudah berbicara dengan 13 presiden klub, dan semuanya menjamin dukungan mereka," klaim Malagò dengan nada penuh percaya diri menghadapi perlawanan dari tokoh-tokoh berlatar belakang sejarah besar di kancah sepak bola domestik.