Stadion San Siro nyaris saja menjadi saksi kepanikan luar biasa ketika Milan yang sempat memegang kendali penuh justru nyaris kehilangan keunggulan. Sempat unggul nyaman tiga gol tanpa balas, Rossoneri harus berjuang hingga detik-detik akhir pertandingan sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan tipis 3-2 atas Atalanta dalam lanjutan kompetisi Serie A.
Pertandingan berjalan dengan dominasi penuh tuan rumah di paruh pertama. Keunggulan Milan dibuka lewat eksekusi penalti Goncalo Ramos pada menit ke-24, menyusul handball pemain debutan Atalanta, Relja Obric. Menjelang turun minum, gelandang andalan Adrien Rabiot memperbesar keunggulan tuan rumah lewat sepakan akurat yang melewati celah kaki bek lawan, memanfaatkan umpan matang Diego Moreira.
Memasuki babak kedua, dominasi Milan belum terbendung. Memanfaatkan situasi sepak pojok, umpan sundulan Rabiot sukses diselesaikan oleh bek Mario Gila untuk mengubah skor menjadi 3-0 pada menit ke-58. Gol ini sekaligus menjadi torehan perdana bagi sang mantan bek Lazio di pentas Serie A sejak tahun 2024, menegaskan ketajaman lini belakang tuan rumah.
Namun, petaka mulai mendekat ketika Milan mengendurkan tempo permainan. La Dea yang buntu sepanjang satu jam laga mulai bangkit melalui gol balasan Gianluca Krstovic dan Gianluca Gaetano. Tekanan bertubi-tubi dari tim tamu membuat lini pertahanan tuan rumah krisis konsentrasi, memaksa kiper Mike Maignan bekerja ekstra keras menyelamatkan gawangnya dari kebobolan ketiga.
Beruntung bagi skuad asuhan sang pelatih, keunggulan tipis 3-2 berhasil dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan dramatis ini mengamankan posisi penting di papan atas klasemen, sekaligus menjadi peringatan keras bagi Rossoneri agar tidak kehilangan fokus di sisa musim kompetisi yang semakin ketat.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang