Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasakan pengalaman yang sama sekali berbeda ketika mendadak didapuk menjadi pengibar bendera finis di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika pada Minggu (11/10), pelatih asal Inggris tersebut mengaku sempat diselimuti rasa gugup luar biasa karena takut bendera yang dipegangnya terlepas dan jatuh di hadapan para pembalap dunia.

Kesempatan emas ini datang secara tiba-tiba setelah penyanyi kenamaan Agnez Mo berhalangan hadir untuk melakukan tugas tersebut. Tanpa pikir panjang, arsitek skuad Garuda yang baru saja sukses membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 itu langsung mengambil alih peran penting di garis finis balapan motor paling elite di dunia.

Suasana menegangkan di tepi lintasan sirkuit ternyata mengingatkan sang juru taktik pada atmosfer pertandingan sepak bola yang sarat emosi. Ia bahkan menyamakan ketegangan memegang bendera finis tersebut dengan detik-detik krusial saat mendampingi tim asuhannya berlaga di lapangan hijau di bawah tekanan suporter tuan rumah.

"Ya, rasanya sangat seru; maksud saya, itu adalah momen yang penuh tekanan. Rasanya seperti berada di Stadion Gelora Bung Karno saat babak perpanjangan waktu," ungkap Herdman dalam unggahan akun resmi @themandalikagp, menggambarkan betapa berdebarnya jantungnya saat itu.

Tidak hanya diselimuti rasa cemas, kehadiran pelatih kepala John Herdman di area pit lane juga membawa keceriaan tersendiri bagi para marshal yang bertugas. Di sela-sela kesibukan persiapan balapan, para petugas lintasan tidak melewatkan kesempatan emas untuk meminta foto bersama sang pelatih yang tengah naik daun di tanah air.

Di sisi lain, balapan MotoGP Mandalika 2026 sendiri akhirnya dimenangkan secara gemilang oleh pembalap andalan Aprilia, Marco Bezzecchi. Sementara itu, posisi podium kedua dan ketiga berhasil diamankan dengan sempurna oleh Raul Fernandez dan Jorge Martin setelah melalui pertarungan sengit sepanjang balapan.