Manajer Roberto De Zerbi secara terbuka membuat pengakuan mengejutkan setelah Tottenham Hotspur sukses mencuri satu poin penting di kandang lawan. Juru taktik asal Italia itu mengaku langsung mendatangi ruang ganti dan mencium gelandang Rodrigo Bentancur pasca kartu merah yang didapat sang pemain di atas lapangan.

Insiden panas tersebut bermula pada menit ke-78 ketika bentrokan fisik terjadi antara Bentancur dan pemain lawan, yang berujung pada diusirnya sang gelandang akibat gestur menanduk kepala. Kartu merah ini datang pada saat Spurs sedang tertinggal akibat gol pembuka yang dicetak lima menit sebelumnya, membuat situasi di lapangan semakin berada di bawah tekanan berat bagi tim tamu.

Meskipun tindakan tersebut berisiko merugikan tim secara fatal, De Zerbi justru pasang badan dan memberikan pembelaan terbuka terhadap karakter anak asuhnya. Kepada Sky Sports, ia menegaskan bahwa timnya di periode ini sangat membutuhkan mentalitas pantang menyerah serta penolakan keras terhadap kekalahan, terlepas dari cara reaksi yang ditampilkan pemainnya di atas lapangan hijau.

Bermain dengan sepuluh orang justru melecut semangat juang skuad London Utara untuk terus menggempur lini pertahanan lawan hingga menit-menit akhir pertandingan. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika sang kapten sukses mencetak gol penyeimbang krusial di masa tambahan waktu babak kedua, menyelamatkan tim dari kekalahan di depan pendukung tuan rumah.

De Zerbi menilai performa keseluruhan anak asuhnya sepanjang laga menunjukkan dominasi serta karakter yang selama ini dicari-carinya sejak awal musim kompetisi. Jika konsistensi permainan dengan spirit seperti ini mampu dipertahankan pada laga-laga berikutnya, ia sangat optimis timnya bakal memetik banyak kemenangan penting.