Kemenangan krusial berhasil diamankan oleh AC Milan saat bertandang ke markas Udinese dalam lanjutan kompetisi Liga Italia. Di tengah badai cedera yang melanda skuad asuhan pelatih kepala, Rossoneri tampil solid untuk bangkit dari tekanan usai kekalahan pahit di kancah Eropa sebelumnya. Christian Pulisic membuka keunggulan tim tamu sejak menit awal pertandingan lewat kecerdikannya membaca alur bola.

Gol cepat tersebut tercipta berkat umpan lambung cerdik dari gelandang veteran Luka Modric melalui situasi tendangan bebas cepat yang mengejutkan lini pertahanan lawan. Pulisic, yang lolos dari jebakan offside, dengan tenang mengontrol bola sebelum menceploskannya ke dalam gawang. Dilansir dari Football Italia, penyerang asal Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa tugas utamanya memang berlari mencari ruang ketika melihat rekannya tersebut menguasai bola di lini tengah.

Keunggulan Milan kemudian digandakan oleh rekrutan anyar mereka yang memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Ardon Jashari. Gol ini terasa sangat spesial bagi sang pemain muda karena menjadi torehan perdana berseragam Merah-Hitam sejak datang dari Nottingham Forest pada bursa transfer lalu. Menariknya, alih-alih menyimpan jersey bersejarah tersebut untuk dirinya sendiri, sang pencetak gol kedua justru langsung memberikan jersey pertandingannya kepada seorang anak di tribun penonton.

Situasi darurat akibat absennya sejumlah pilar utama seperti Adrien Rabiot hingga Matteo Gabbia memaksa tim melakukan rotasi besar-besaran di atas lapangan. Meski demikian, para pemain pengganti mampu menjawab kepercayaan dengan menunjukkan intensitas tinggi sejak menit pertama laga dimulai. Kemenangan tandang tanpa kebobolan ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat berharga untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen sementara.

Dengan tambahan tiga angka penuh di kandang Udinese, Milan berharap momentum positif ini dapat terus dijaga pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Serie A. Konsistensi permainan sejak babak pertama menjadi kunci utama yang ditekankan oleh para pemain senior agar tim tidak lagi kehilangan poin krusial akibat lambat panas di awal laga.