Dunia tarung bebas tengah dihebohkan dengan pengakuan jujur dari legenda UFC, Demetrious Johnson, yang secara terbuka menyatakan belum pantas untuk mendampingi petarung sensasional Bilal Hasan sebagai pelatih sudut atau corner. Johnson menilai bahwa sosok Charlie Pearson adalah figur paling krusial yang sudah menemani perjalanan merintis karier sang petarung sejak awal hingga resmi menembus panggung elite.

Komentar ini muncul setelah performa gemilang petarung berdarah Indonesia yang dijuluki Indo Ninja tersebut dalam menapaki debut impresifnya di promosi MMA terakbar dunia. Johnson sendiri mengaku memiliki kedekatan karena pernah berlatih bersama selama lima hingga enam tahun, namun ia tetap tahu diri untuk menghormati hierarki tim kepelatihan yang sudah dibangun lama oleh Pearson demi menjaga stabilitas mental sang atlet.

Meski demikian, peraih status petarung terhebat sepanjang masa ini tidak sepenuhnya menutup pintu andai sang petarung benar-benar membutuhkan bantuannya di masa depan. Fokus utama Johnson adalah memastikan kehadiran sosok mentor di sudut ring benar-benar memberikan dampak positif, menjaga fokus, serta ketajaman bertarung ketika menghadapi lawan-lawan tangguh di dalam oktagon demi mendongkrak performa di klasemen.

Perjalanan Indo Ninja sendiri terbilang sangat kilat dan menyita perhatian publik setelah sukses membekuk Mridul Saikia lewat kemenangan KO ronde pertama pada 11 Agustus lalu. Tanpa butuh waktu lama pemulihan, ia kembali naik oktagon menaklukkan Nilson Rojas hanya berselang dua pekan saja, yang semakin mempertegas kapasitas mental baja dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional.

Kini, ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata ketika ia dijadwalkan berduel melawan Luis Gurule pada ajang UFC 334 di New York yang akan digelar pada 14 November mendatang. Seluruh persiapan taktik digenjot maksimal demi memperpanjang tren positif kemenangan demi kemenangan di bawah arahan tim pelatih utamanya yang sudah teruji solid.