Ketika sebuah klub sebesar Manchester United terperosok dalam salah satu awal musim terburuk dalam 40 tahun terakhir, badai kritik biasanya langsung menghantam ruang ganti. Namun, ada pemandangan kontras yang tersaji usai kekalahan 2-0 di Stamford Bridge, di mana tribun pendukung tetap menunjukkan apresiasi hangat kepada sang manajer.
Musim ini berjalan sangat berat bagi Setan Merah yang kini tertahan di papan bawah Premier League. Dengan rata-rata hanya mengumpulkan 0,77 poin per pertandingan, ancaman degradasi nyata menghantui klub peraih 20 gelar liga tersebut untuk pertama kalinya sejak 1974 silam. Meski demikian, para suporter setia memilih untuk tidak menghujat juru taktik mereka.
Dilansir dari Sky Sports, hubungan batin yang kuat menjadi alasan utama mengapa publik Old Trafford belum berpaling. Michael Carrick dipandang sebagai sosok yang benar-benar memahami DNA klub, tenang di bawah tekanan media, dan selalu menempatkan kepentingan tim di atas segalanya tanpa pernah mencari pembelaan pribadi.
Di sisi lain, akar masalah di dalam klub diyakini jauh melampaui batas lapangan hijau. Pergantian manajer berulang kali terbukti gagal total sejak era Sir Alex Ferguson usai, membuat para suporter sadar bahwa problem struktural kepemilikan dan manajemen jauh lebih mendesak untuk segera dibenahi ketimbang sekadar memecat pelatih kepala.
Pengalaman pahit dari era kepemimpinan sebelumnya membuat pendukung kian skeptis terhadap para petinggi klub dalam menentukan arah kebijakan olahraga. Kendati nama-nama besar seperti Eddie Howe hingga Julian Nagelsmann mulai dikaitkan, suporter tampaknya paham betul bahwa jalan keluar dari krisis ini tidak akan pernah instan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang