Insiden menarik tersaji ketika Jorge Martin yang sempat memimpin jauh secara mendadak membiarkan lawannya melenggang di sesi sprint race. Mengaspal di hadapan publik Mandalika, sang juara bertahan justru mengendurkan gas dan membiarkan Marc Marquez mengambil alih pimpinan lomba dengan begitu mudah di sisa lap krusial.
Padahal, rider asal Spanyol itu sempat mencatatkan keunggulan nyaman hingga 1,7 detik di depan para pesaingnya. Namun, keputusan tak biasa diambil ketika balapan memasuki lima lap terakhir, di mana ia terlihat menoleh ke belakang sebelum akhirnya merelakan posisi terdepan direbut oleh pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.
Usai balapan mereda, teka-teki mengenai aksi janggal tersebut akhirnya terjawab lewat pengakuan sang pembalap sendiri. Dilansir dari CNN Indonesia, Martin mengakui bahwa dirinya terpaksa mengalah karena berada dalam ancaman sanksi regulasi teknis yang amat ketat mengenai batas minimal tekanan ban motor.
Regulasi ketat MotoGP mewajibkan setiap kontestan menjaga tekanan ban depan di angka minimal 1,80 bar serta 1,68 bar untuk ban belakang sepanjang balapan. Kegagalan mempertahankan angka tersebut otomatis berbuah vonis hukuman tambahan penalti delapan detik yang bakal menghancurkan peluang meraih poin krusial di klasemen.
Berada di posisi terdepan ternyata membuat aliran udara bersih membuat suhu ban depan Martin tidak mencapai temperatur ideal yang disyaratkan. Demi menghindari ancaman hukuman berat, ia dengan terpaksa harus membiarkan rivalnya lewat agar motornya kembali mendapat turbulensi udara panas dari pembalap di depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang