Kekalahan telak 1-4 yang diderita Manchester United saat menghadapi Como di Stadio Sinigaglia menyisakan banyak cerita miris di balik layar. Dilansir dari Football Italia, reporter pinggir lapangan Sky Sport Italia, Pierluigi Bagnulo, membongkar sebuah insiden janggal yang melibatkan kapten Setan Merah, Bruno Fernandes, usai pertandingan Liga Champions tersebut.
Performa dominan yang diperagakan oleh anak asuh Cesc Fabregas benar-benar mengekspos betapa rapuhnya lini pertahanan Setan Merah saat ini. Tekanan hebat langsung menghujam sang manajer, Michael Carrick, yang tampak berjalan lesu dan mengabaikan para pemainnya di peluit akhir demi meminta maaf langsung kepada tribun suporter yang meradang atas hasil memalukan tersebut.
Di tengah kekacauan mental tim, media Italia justru menyoroti keputusan internal klub yang melarang Bruno Fernandes meladeni sesi wawancara televisi menggunakan bahasa Italia. Padahal, gelandang asal Portugal tersebut sangat fasih berbahasa Italia berkat pengalamannya memperkuat Novara, Sampdoria, dan Udinese di awal karier profesionalnya sebelum namanya melambung di kancah sepak bola Eropa.
Menurut laporan jurnalis Sky Sport Italia tersebut, departemen media klub sengaja membatasi sang kapten karena khawatir mereka tidak akan memahami maksud dari kata-kata yang diucapkannya. Keputusan protektif yang berlebihan ini dinilai semakin mempertegas bagaimana internal klub raksasa Premier League tersebut sedang dilanda kepanikan luar biasa di setiap lini operasionalnya.
Situasi semakin runyam ketika Bruno sempat menyatakan bahwa Manchester United harus berhenti terbuai masa lalu jika ingin bangkit, namun Michael Carrick justru memberikan pernyataan kontradiktif semenit berselang. Legenda AC Milan, Zvonimir Boban, yang bertugas sebagai pengamat pun melontarkan kritik pedas dengan menyebut klub Inggris itu tidak akan memiliki masa depan cerah selama masih mengandalkan pemain yang sama sebagai figur terbaiknya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang