Jeda internasional selalu meninggalkan kecemasan tersendiri bagi para manajer klub papan atas. Risiko kehilangan pemain andalan akibat cedera di Tim Nasional kerap menjadi mimpi buruk, dan situasi pelik kini tengah menghantam Arsenal. The Gunners harus kehilangan penyerang andalan mereka, Kai Havertz, yang mengalami cedera hamstring saat memperkuat Timnas Jerman dan diprediksi harus menepi selama beberapa pekan ke depan.
Absennya Havertz tentu menjadi pukulan telak bagi sang manajer, Mikel Arteta. Sepanjang musim ini, mantan pemain Chelsea tersebut bukan sekadar mesin gol, melainkan poros utama dalam sistem permainan tim berkat etos kerja tanpa kenal lelah, kemampuan membuka ruang, serta menjadi jembatan bagi para winger untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan.
Meskipun Viktor Gyokeres memiliki catatan gol yang cukup baik sejak bergabung ke London, Arteta dinilai tidak boleh terburu-buru menjadikannya pilihan utama sebagai ujung tombak tunggal. Dilansir dari FourFourTwo, gaya bermain Gyokeres cenderung sebagai penyerang murni yang kurang aktif dalam skema kombinasi aliran bola di sepertiga akhir lapangan.
Sebagai alternatif yang lebih sepadan, Arteta justru disarankan untuk mempercayakan posisi penyerang kepada Mikel Merino selama Havertz absen. Gelandang asal Spanyol tersebut memiliki pemahaman posisi yang nyaris serupa dengan Havertz, di mana ia sangat nyaman turun ke bawah untuk menjemput bola dan menarik bek lawan keluar dari zona amannya.
Menariknya lagi, statistik menunjukkan bahwa kontribusi gol Merino per 90 menit justru menjadi yang tertinggi di antara skuad Meriam London ketika diplot sebagai penyerang utama. Dengan ketajaman serta pemahaman taktik yang matang, Merino dianggap jauh lebih siap untuk membongkar barisan pertahanan rapat lawan ketimbang langsung memaksakan Gyokeres di lini depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang