Ada pemandangan yang selalu rutin menyambut setiap pertandingan kandang di Stadion Etihad. Alih-alih menyambut dengan antusias, tribun penonton justru kompak mengeluarkan koor cemoohan dan sorakan nyaring setiap kali hymne Premier League maupun Manchester City berkumandang sebelum kick-off dimulai.

Gelombang protes dari fans setia klub berjuluk The Citizens ini semakin membara dalam laga kandang menghadapi Ipswich Town. Dilansir dari BBC Sport, laga tersebut menjadi momen perdana bagi publik Etihad untuk melampiaskan kekesalan menyusul vonis bersalah atas pelanggaran aturan finansial yang menjerat klub kesayangan mereka.

"Saya bahkan tidak bisa mengingat kapan terakhir kali lagu resmi liga tidak disoraki di kandang," ungkap Dave Wilson, seorang pemegang tiket musiman klub, kepada BBC Sport. Ketegangan antara suporter dan operator liga sejatinya sudah mengakar kuat, terutama sejak pengumuman 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial yang dirilis pada Februari 2023 silam.

Kondisi ini sekilas mengingatkan pada situasi panas yang sempat melibatkan Everton ketika suporter mereka membentangkan kartu merah berlogo korup di Goodison Park usai dijatuhi sanksi pengurangan poin. Namun, bagi publik Etihad, penolakan ini sudah menjadi bentuk ekspresi organik atas ketidakpercayaan mereka terhadap badan pengatur sepak bola Inggris maupun Eropa.

Hubungan panas dengan UEFA bahkan memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, termasuk memori pahit sanksi FFP pada tahun 2014 dan sanksi denda yang pernah dijatuhkan kepada klub. Di bawah komando manajer Pep Guardiola, skuad asuhan City kini masih harus berjuang di tengah bayang-bayang ketidakpastian sanksi lanjutan dan proses investigasi yang terus berjalan.