Tekanan berat kini tengah menggunung di pundak pelatih Alberto Gilardino setelah anak asuhnya harus kembali menelan pil pahit di kompetisi Parma. Kekalahan beruntun ini memperpanjang tren negatif mereka di kasta tertinggi Liga Italia musim ini, membuat situasi di ruang ganti semakin mendesak untuk segera dievaluasi secara menyeluruh demi keluar dari zona merah klasemen sementara.
Dilansir dari Football Italia, kekalahan atas Lazio menandai hasil negatif ketiga secara beruntun bagi skuad asuhan sang juru taktik setelah sebelumnya sempat tumbang di tangan Inter Milan dan Torino. Dalam laga tersebut, gawang mereka kembali bobol akibat kesalahan elementer di lini pertahanan yang dinilai terlalu mudah dimanfaatkan oleh barisan penyerang tim lawan, sebuah pekerjaan rumah besar yang wajib segera dibenahi.
"Kami kebobolan gol dengan cara yang terlalu mudah dan itu adalah kesalahan naif," ungkap sang pelatih seusai pertandingan. Meski demikian, secercah harapan sempat hadir jelang akhir laga ketika pemain muda Simone Lontani sukses mencetak gol hiburan lewat situasi bola mati di masa tambahan waktu. Gol perdana di era kepelatihan baru ini diharapkan mampu mengangkat mentalitas bertanding para pemain muda.
Sorotan tajam juga mengarah kepada bek berpengalaman Diego Carlos yang dianggap melakukan blunder fatal dalam proses terciptanya gol-gol lawan. Sang pelatih menegaskan bahwa dirinya tetap menuntut kontribusi maksimal serta jiwa kepemimpinan dari para pemain senior guna membimbing skuad yang mayoritas diisi oleh talenta-talenta muda berusia belia.
Dengan catatan minor yang baru mengemas satu kemenangan dari delapan pertandingan awal musim ini, tantangan berat menanti di depan mata. Kesempatan untuk bangkit akan segera hadir dalam kurun waktu empat hari ke depan saat mereka kembali bermain di kandang sendiri, sebuah momen krusial untuk membuktikan kapasitas dan keluar dari tekanan hebat.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang