Pembalap asal Spanyol, Alex Rins, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik setelah kedapatan mengacungkan jari tengah kepada seorang marshal di sirkuit.

Insiden kontroversial ini bermula ketika Alex Rins mengalami kecelakaan di penghujung sesi practice. Terdesak sisa waktu yang hanya tinggal dua menit, ia berniat buru-buru kembali ke paddock demi mengejar ketertinggalan sesi latihan penting.

Ketegangan memuncak di pinggir lintasan saat perdebatan tak terhindarkan antara pembalap dan petugas lapangan. Kendaraan yang coba ditumpangi Rins ternyata merupakan flying marshal, bukan sepeda motor operasional biasa yang bisa digunakan sebagai angkutan darurat penjemputan pembalap.

Akibat perbedaan paham tersebut serta tekanan waktu yang mendesak, emosi sang pembalap langsung meledak di tempat. Ia sempat turun dari kendaraan, menunjukkan gestur jari tengah ke arah petugas, sebelum akhirnya memutuskan menumpang motor milik seorang fotografer.

Aksi emosional tersebut langsung viral di media sosial dan memantik sorotan tajam dari para pecinta balap motor dunia. Menyadari tindakan impulsifnya akibat tensi tinggi di lintasan, ia langsung mengambil langkah cepat untuk meredam polemik yang kadung memanas.

Melalui kolom komentar di akun media sosialnya, Alex Rins menuliskan permintaan maaf resmi untuk meluruskan situasi. Kini, ia memilih mengalihkan seluruh fokusnya untuk menghadapi rangkaian balapan utama berikutnya tanpa beban masalah di luar lintasan.