Tekanan besar sempat menghantui kubu Napoli menyusul rentetan hasil minor yang mengecewakan di berbagai ajang. Namun, laga menegangkan di Stadio Diego Armando Maradona memperlihatkan betapa rapuhnya lini pertahanan Partenopei meski sukses mengemas kemenangan 4-3 atas Bodo/Glimt. Duel sengit di Liga Champions tersebut diwarnai ketegangan ketika keunggulan tuan rumah sempat dua kali disamakan lawan sebelum akhirnya gol penentu lahir dari aksi gemilang di lapangan.
Pelatih Massimiliano Allegri tidak menutup mata atas rapuhnya barisan belakang timnya yang kebobolan tiga gol di kandang sendiri. Dalam analisisnya kepada Sky Sport Italia, ia menyebut timnya masih terlalu sering membiarkan lawan mengalirkan bola dengan mudah ke area berbahaya. Kesalahan-kesalahan mendasar pada awal pertandingan membuat laga di panggung Eropa terasa jauh lebih berat dari yang seharusnya, memaksa skuad bekerja ekstra keras untuk memperbaiki pembacaan ruang dan intersep.
Sorotan menarik juga mengarah pada keputusan taktik sang allenatore yang kembali menempatkan Kevin De Bruyne dalam peran jangkar di depan lini pertahanan. Meskipun sang bintang asal Belgia sempat menyuarakan ketidaksukaannya pada posisi tersebut, Allegri tetap optimistis peran playmaker lebih ke dalam ini akan dinikmati sang pemain seiring berjalannya waktu. Keputusan ini juga diambil untuk memberi waktu istirahat bagi gelandang bertahan utama demi menjaga kebugaran fisik dalam jadwal padat.
Di tengah kerentanan lini belakang, ketajaman lini serang Napoli menjadi penyelamat berharga dalam laga sarat drama ini. Sumbangan dua gol dari gelandang bertenaga serta kontribusi dari rekan setimnya membuktikan kapasitas ofensif Partenopei masih berbahaya. Dilansir dari Football Italia, Allegri menekankan bahwa kehadiran pemain berkualitas di atas lapangan memang mendongkrak kreativitas, namun efektivitas serangan dan pertahanan hanya bisa dicapai jika mentalitas rapuh tim segera dihilangkan.
Evaluasi menyeluruh kini menjadi agenda utama skuad asuhan Allegri jelang laga-laga berikutnya di kompetisi domestik maupun kontinental. Masalah transisi bertahan dan kegagalan membaca jalur operan lawan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dengan sabar. Konsistensi performa mutlak diperlukan jika Partenopei ingin berbicara banyak dan menghindari kejutan buruk di sisa musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang