Malam magis tersaji di Austria ketika AC Milan sukses mencukur RB Salzburg dengan skor telak 4-0 di ajang UEFA Europa League, Kamis malam. Di balik pesta gol tersebut, sorotan utama tertuju pada bomber muda Alphadjo Cisse yang sukses memborong tiga gol sekaligus mencetak rekor fantastis. Pemain berusia 19 tahun itu resmi dinobatkan sebagai pemain Italia termuda yang mampu mencetak hattrick di kompetisi utama Eropa.
Gol-gol kemenangan Rossoneri lahir dengan cara yang sangat sempurna sebelum laga meniti menit ke-50. Cisse mencetak gol masing-masing via kaki kiri, kaki kanan, serta sundulan kepala yang membuat barisan pertahanan tuan rumah kocar-kacir. Dilansir dari Football Italia, torehan gemilang ini merupakan hattrick profesional pertama dalam karier sang penyerang, sekaligus mengulangi catatan sejarah serupa yang terakhir kali dibukukan legenda klub Pippo Inzaghi pada Oktober 2002 silam.
Kendati mencatatkan tinta emas di buku sejarah klub, Cisse justru menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa seusai peluit panjang berbunyi. Ia dengan tegas menyatakan bahwa rekor individu dan torehan tiga golnya sama sekali bukan prioritas utama dalam misi tim. Menurutnya, kemenangan mutlak skuad asuhan pelatih di kandang lawan jauh lebih penting untuk mendongkrak kepercayaan diri tim di kancah Eropa musim ini.
"Hal itu berada di urutan kedua, yang paling penting hari ini adalah menang dan kami sangat senang," ujar Cisse kepada Sky selepas pertandingan usai. Transformasi karier pemain muda ini memang tergolong sangat kilat dan mengejutkan publik sepak bola. Bagaimana tidak, beberapa bulan lalu ia masih berjibaku di Serie B, dan kini justru menjelma sebagai mimpi buruk lawan di pentas Europa League hingga mulai disorot sebagai kandidat kuat skuad Timnas Italia.
Ketika disinggung mengenai rahasia di balik performa eksplosifnya, Cisse memuji peran besar rekan setim serta instruksi sang pelatih yang memberikannya suntikan moral luar biasa. Adaptasi kilat di lini depan membuat pemain yang sempat lama beroperasi sebagai gelandang serang ini merasa sangat nyaman. Fleksibilitas posisi, baik sebagai trequartista maupun ujung tombak, terbukti menjadi senjata ampuh yang siap ia manfaatkan untuk terus membawa Rossoneri terbang tinggi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang