Kegagalan pahit harus ditelan oleh kontingen bulu tangkis Indonesia setelah dua wakil tunggal andalan mereka, Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani, kompak tersingkir dari ajang French Open 2026 di Arena Grand Paris pada Jumat (23/10). Hasil minor ini memupus harapan keduanya untuk melangkah lebih jauh dan merebut gelar juara di tanah Eropa.

Putri Kusuma Wardani menjadi wakil pertama yang harus angkat koper usai takluk di tangan pebulu tangg tunggal putri non-unggulan asal Jepang, Hina Akechi. Tampil di bawah tekanan sejak awal laga, Putri harus menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 17-21, 18-21. Pola permainan lawan yang sangat rapi dan penuh akurasi membuat laju pergerakannya terkunci rapat sepanjang pertandingan.

Evaluasi mendalam langsung dicanangkan oleh kubu tunggal putri menyusul kekalahan krusial ini akibat kesulitan keluar dari tekanan lawan. Putri mengakui bahwa dirinya dibuat terpontang-panting karena penempatan bola lawan yang selalu menjauh dari jangkauannya. Dampak kekalahan ini memaksa tim pelatih untuk segera merombak strategi jelang turnamen internasional berikutnya demi mendongkrak performa sang atlet.

Nasib serupa dialami oleh tunggal putra masa depan yang tampil penuh semangat namun gagal mempertahankan keunggulan krusial di poin-poin penentu. Sempat mendominasi jalannya pertandingan pada awal set pertama dan memimpin interval, Alwi justru kehilangan momentum emas setelah lawannya berhasil membalikkan keadaan secara dramatis di akhir gim.

Hilangnya konsentrasi pada saat-saat krusial membuat Alwi harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 19-21, 12-12 di set kedua. Menanggapi hasil mengecewakan ini, Alwi menyatakan bakal segera melakukan diskusi intensif bersama jajaran pelatih untuk mencari akar permasalahan atas hilangnya momentum tersebut.

Kendati dua wakil Merah Putih harus tersingkir lebih awal, asa Indonesia di ajang prestisius ini masih tetap terjaga melalui sektor tunggal. Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed bersiap menghadapi tantangan berat melawan wakil tuan rumah, Alex Lanier, dalam perebutan tiket menuju babak final.