Karier Francesco Camarda di level senior bersama AC Milan menemui jalan terjal yang menuntut keputusan besar demi masa depan sang penyerang muda. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, beban raksasa yang ditaruh di pundaknya terasa begitu berat setelah ia gagal menembus skuad utama secara reguler di bawah bayang-bayang para penyerang senior.

Musim ini, situasi penyerang belia tersebut semakin sulit setelah hanya mendapat kesempatan bermain selama sembilan menit di Serie A yang terbagi dalam tiga penampilan sebagai pemain pengganti. Kehadiran rekor pembelian klub Goncalo Ramos serta persaingan ketat membuat menit bermainnya sangat terbatas, jauh dari harapan awal usai menjalani masa peminjaman bersama Lecce musim lalu.

Melihat situasi pelik ini, mantan gelandang Rossoneri Massimo Ambrosini memberikan saran tajam agar sang penyerang berani keluar dari zona nyaman. Dilansir dari Football Italia, ia menyarankan agar pemuda Italia itu meniru langkah Nicolo Tresoldi yang sukses menimba pengalaman berharga di luar negeri bersama klub Belgia.

“Bagi saya, tahun ini ia seharusnya tidak bertahan, ia butuh pergi dan bermain. Tidak harus di Italia, mungkin bahkan di luar negeri,” ujar Ambrosini mengkritisi minimnya jam terbang sang pemain muda di San Siro.

Lebih lanjut, sang pengamat sepak bola menekankan pentingnya bagi seorang penyerang belia untuk merasakan atmosfer kompetisi reguler demi mengasah ketajaman serta mental bertanding. Pengalaman tampil dalam puluhan pertandingan tingkat tinggi dinilai jauh lebih krusial daripada sekadar menjadi penghangat bangku cadangan di klub sebesar Milan.

“Ia perlu mendapatkan kepercayaan diri, berkembang, dan terbiasa bermain 30 pertandingan level tinggi dalam semusim. Pergi dan bermainlah. Setelah itu, jika Milan percaya pada Anda, mereka akan memulangkan Anda sebagai orang yang berbeda,” pungkasnya.