Belum genap seminggu sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar, Ruben Amorim sudah mulai merasakan panasnya tekanan. Media Italia, La Gazzetta dello Sport, menurunkan laporan bahwa kursi pelatih asal Portugal itu sudah masuk dalam daftar pelatih yang paling mungkin dipecat musim depan. Bahkan, dalam daftar tersebut, Amorim menempati posisi kedelapan.

Keputusan manajemen AC Milan yang memilih Amorim untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Stefano Pioli memang menuai banyak tanda tanya. Terlebih, Amorim tidak punya pengalaman melatih di liga sekompetitif Serie A. Beberapa nama pelatih seperti Alvini, Juric, Stroppa, dan Di Francesco disebut-sebut sebagai kandidat teratas yang paling terancam, tetapi kehadiran Amorim di posisi delapan menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan publik padanya.

Di sisi lain, kabar mengejutkan datang dari Turin. Juventus dikabarkan mulai panik dengan persiapan musim depan. Dengan hanya 13 hari menjelang laga pembuka melawan Frosinone, skuad Bianconeri masih belum lengkap. Mereka memang sudah mengamankan jasa Juan Cabal, tetapi posisi kiper dan penyerang tengah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum beres.

Di lini depan, nama Joshua Zirkzee menjadi sorotan. Menurut laporan, masa depan Zirkzee di Bologna bergantung pada keputusan David. Jika pemain asal Kanada itu hengkang ke Premier League, maka jalan bagi Zirkzee untuk pindah ke Juventus akan terbuka lebar. Sementara itu, pelatih Juventus, Thiago Motta, dikabarkan menginginkan Martinelli dari Arsenal sebagai opsi tambahan di lini serang, selain Fofana dan Rodrigo Mora yang juga masuk radar.

Di kubu Inter Milan, mereka tak mau ketinggalan. Inter dikabarkan serius mencoba mendatangkan Moussa Diaby untuk memperkuat lini sayap. Prioritas utama Nerazzurri adalah mendatangkan pemain sayap kanan baru, dan Diaby menjadi target utama mereka. Namun, kendala finansial membuat Inter harus berpikir keras untuk bisa memenuhi permintaan klub pemilik Diaby.

Terlepas dari hiruk-pikuk bursa transfer, ada kabar duka yang menyelimuti sepak bola Italia. Legenda atletik Italia, Livio Berruti, meninggal dunia pada usia 87 tahun. Berruti, yang meraih medali emas Olimpiade Roma 1960 di nomor 200 meter, adalah sosok yang menginspirasi banyak orang, termasuk sprinter Italia saat ini, Marcell Jacobs.