Dominasi tunggal putri dunia saat ini tengah dipegang oleh An Se Young yang kembali menunjukkan tajinya di Benua Biru. Atlet sensasional asal Korea Selatan ini sukses menyabet gelar juara secara beruntun di dua ajang bergengsi, meski harus berjuang mengatasi cedera betis yang sempat dikeluhkan usainya dari Denmark Open. Performa luar biasa ini membuktikan kapasitasnya sebagai pebulu tangkis elite yang sulit dihentikan di atas lapangan.
Kemenangan beruntun di Denmark Open dan French Open seharusnya mendatangkan tambahan pundi-pundi angka yang masif bagi sang bintang. Sebagai turnamen kategori Super 750, masing-masing ajang tersebut memberikan 11.000 poin bagi sang juara, yang berarti total 22.000 poin sukses diamankan. Namun, kejutan terjadi ketika Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF merilis pembaruan ranking di mana total poin sang pemain tetap tertahan di angka 122.287 tanpa ada pergerakan sama sekali.
Usut punya usut, mandeknya perolehan angka ini diatur oleh regulasi ketat sistem ranking BWF yang berlaku saat ini. Poin dalam daftar peringkat dihitung berdasarkan akumulasi dari sepuluh hasil turnamen terbaik yang diraih oleh seorang atlet dalam kurun waktu 52 pekan terakhir. Kondisi ini membuat poin dari gelar juara terbarunya belum bisa masuk ke dalam daftar kalkulasi utama karena kuota sepuluh turnamen terbaiknya sudah dipenuhi oleh gelar-gelar bergengsi sebelumnya.
Sebelum berjaya di daratan Eropa, An Se Young memang sudah mengoleksi serangkaian gelar juara dari turnamen kategori Super 750 lainnya seperti India Open, Singapore Open, hingga China Masters. Praktis, poin dari turnamen-turnamen baru tersebut belum mampu mendesak atau menggantikan poin lama karena tidak ada lagi turnamen dengan nilai lebih rendah yang bisa didepak dari daftar sepuluh turnamen terbaiknya.
Situasi pelik ini turut menyoroti bagaimana regulasi turnamen BWF terkadang menciptakan anomali tersendiri bagi atlet yang terlalu sering naik podium tertinggi. Konsistensi luar biasa yang ditunjukkan justru membuat sang pemain harus menunggu waktu yang tepat agar turnamen lamanya kedaluwarsa demi melihat angka di tabel ranking kembali melonjak naik. Tantangan ini tentu menjadi ujian tersendiri dalam mempertahankan status dominasinya di peta bulu tangkis internasional.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang