Dominasi tunggal putri dunia kembali memakan korban ketika An Se Young sukses menaklukkan rival beratnya di partai puncak. Sempat tertinggal di gim pertama, mental juara yang melekat pada dirinya membakar semangat untuk membalikkan keadaan di atas lapangan. Pertarungan sengit melawan Akane Yamaguchi akhirnya berbuah manis dengan trofi juara yang sukses dibawa pulang ke Korea Selatan.
Keberhasilan ini langsung mencatatkan tinta emas baru dalam sejarah bulu tangkis dunia. Tambahan gelar dari turnamen bergengsi ini membuat sang bintang resmi melewati pencapaian legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. Catatan impresif tersebut menegaskan betapa konsistennya performa sang atlet sepanjang kalender kompetisi tahun ini yang dihiasi berbagai trofi mayor.
Konsistensi luar biasa juga terlihat dari jumlah koleksi trofi yang telah dikumpulkannya sepanjang tahun ini. Gelar juara Asia, juara dunia, serta podium tertinggi Asian Games berhasil disandingkan dengan trofi terbarunya. Praktis, hanya turnamen All England dan Japan Open saja yang gagal diamankan musim ini akibat kekalahan di final serta keputusan mundur karena kondisi fisik.
Perjalanan menuju tangga juara di ajang ini juga dilalui dengan sangat perkasa tanpa celah berarti. Tercatat, ia hanya kehilangan satu gim saja sepanjang turnamen, yang terjadi ketika melakoni laga final menegangkan melawan Yamaguchi dengan skor 21-23, 21-14, 21-18. Dominasi tak terbendung ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun atas lawannya tersebut menjadi sepuluh kali berturut-turut.
Kemenangan krusial di partai final ini sekaligus mengubah rekor pertemuan head-to-head kedua pemain secara keseluruhan. Mantan pemain andalan Indonesia yang sebelumnya memimpin rekor kini harus rela rekor legendarisnya terlampaui oleh keganasan performa tunggal putri nomor satu dunia saat ini di setiap turnamen elite.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang