Ana Maria Markovic akhirnya pulang. Setelah menempuh karier yang penuh lika-liku di sejumlah negara, pemain berusia 26 tahun itu resmi berseragam Hajduk Split. Kepulangan ini terasa istimewa karena keluarga ibunya berasal dari kota Split. “Impian saya menjadi kenyataan,” ujarnya dalam sesi perkenalan.

Namun, di balik foto-foto cantik, jutaan pengikut di media sosial, dan julukan “pemain sepak bola tercantik di dunia” yang melekat selama bertahun-tahun, tersimpan perjalanan karier yang jauh dari kata mulus. Lahir di Swiss, Markovic mengawali karier profesional di negeri tersebut sebelum kemudian merantau ke Portugal dan Amerika Serikat.

Tahun 2023 menjadi ujian terbesar. Ia mengalami cedera lutut serius yang memaksanya menjalani pemulihan panjang, sekaligus menghancurkan momen krusial dalam kariernya. Namun, ia tidak menghilang. Melalui media sosial, ia tetap terhubung dengan para penggemar, membagikan proses pemulihannya yang berlangsung lama dan terbuka untuk jutaan pengikutnya.

Popularitas Markovic pun meroket hingga menjadi salah satu pemain putri paling dikenal di dunia, bahkan di luar liga-liga besar. Jumlah pengikutnya di Instagram mencapai jutaan, dan namanya mulai melampaui batas-batas sepak bola. Ia juga melebarkan sayap ke dunia bisnis dan tampil sebagai pengusaha.

Kini, tantangan kembali menantinya di atas lapangan. Dengan nomor punggung 23, penyerang asal Kroasia ini bertekad merebut kembali sorotan dan membuktikan bahwa kisahnya bukan sekadar tren viral. Kepindahan ini juga menjadi angin segar bagi sepak bola putri Kroasia, karena Hajduk mendapatkan pemain internasional berpengalaman sekaligus sosok yang mampu menarik perhatian jutaan orang.

Kombinasi antara pesona, karier yang penuh lika-liku, dan klub bergengsi membuat kedatangan Markovic berpotensi menjadi fenomena di luar lapangan. Namun, kini saatnya ia membuktikan bahwa namanya bisa kembali menghiasi berita utama berkat aksinya di lapangan hijau.