Musim kompetisi baru berjalan beberapa pekan, namun aroma pemecatan juru taktik di kasta tertinggi Inggris sudah mulai tercium tajam. Tekanan kini menghimpit posisi Michael Carrick setelah kekalahan memalukan di kompetisi Eropa melawan Como. Di tengah situasi yang memanas, bursa pelatih kerap menjadi panggung paling kejam bagi mereka yang gagal memberikan hasil instan di atas lapangan hijau.
Dilansir dari BBC Sport, sejarah mencatat bahwa bulan November dan Desember menjadi periode paling mengerikan bagi para manajer klub Premier League. Hampir sepertiga dari total pemecatan dalam sejarah kompetisi terjadi menjelang libur musim dingin dan jeda internasional musim gugur. Para petinggi klub semakin kehilangan kesabaran, terbukti dari rata-rata masa jabatan pelatih yang dipecat musim lalu hanya bertahan selama 310 hari saja.
Situasi di ruang ganti Manchester United tampak semakin meruncing pascalaga di Italia. Kapten tim secara terbuka melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik yang diterapkan sang pelatih, memicu polemik internal yang membahayakan keharmonisan skuad. Ketika jurang pemisah antara pemain dan staf pelatih mulai melebar, para pemilik klub biasanya tidak akan berpikir dua kali untuk segera mengambil keputusan drastis demi menyelamatkan musim.
Selain kursi panas di Old Trafford, sejumlah nama baru juga tengah merasakan teriknya tekanan Premier League musim ini. Pierre Sage harus bekerja ekstra keras di Crystal Palace usai dibantai Brighton, sementara beberapa pelatih debutan lain seperti Oliver Glasner di Nottingham Forest juga wajib segera menemukan formula kemenangan agar tidak menjadi korban pertama pemecatan musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang