Kapten Andy Robertson tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Skotlandia secara mengejutkan takluk 1-2 dari Slovenia di ajang Nations League. Sempat unggul lebih dulu di babak pertama lewat aksi cerdik Ryan Christie, skuad asuhan pelatih Sebastien Pocognoli justru tampil rapuh di paruh kedua. Kebobolan dua gol cepat dari Danijel Sturm dan Aljosa Matko membuat atmosfer di Hampden Park seketika mendadak senyap dan membakar kekecewaan suporter.

Dilansir dari BBC Sport, Robertson secara terbuka mengakui bahwa seluruh anggota tim tampil jauh di bawah standar yang diharapkan. Gagal mempertahankan momentum positif usai kemenangan atas Makedonia Utara, sang kapten menyebut timnya kalah segalanya dari lawan yang tampil lebih segar dan lapar di atas lapangan. Masalah kebugaran dan kelemahan dalam memenangi duel fisik menjadi sorotan tajam, terutama karena publik sama sekali tidak bisa mentoleransi kekalahan akibat minimnya kerja keras.

Pelatih Sebastien Pocognoli pun tidak mencari-cari alasan dan sepakat bahwa timnya sama sekali tidak layak meraih kemenangan dalam laga tersebut. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada Agustus lalu, pelatih asal Belgia ini memang mencoba merombak gaya bermain Skotlandia dengan filosofi menyerang yang lebih agresif. Namun, eksperimen taktik menggunakan skema tiga bek justru berulang kali mengekspos lini pertahanan yang keropos dan mudah dieksploitasi oleh serangan balik cepat Slovenia.

Hasil minor ini langsung memicu reaksi keras dari para pengamat sepak bola setempat. Periode bulan madu Sebastien Pocognoli resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan menyusul rentetan hasil yang tidak konsisten. Tekanan kini berada di pundak sang juru taktik untuk segera mengevaluasi efektivitas formasi andalannya demi mengembalikan kepercayaan publik dan membawa Skotlandia bangkit pada pertandingan internasional berikutnya.