Kisah cinta Andy Woodman dan Bromley resmi berakhir setelah lima tahun lebih perjalanan sarat sejarah yang membawa klub melesat ke kasta ketiga sepak bola Inggris. Keputusan mengejutkan ini diumumkan melalui kesepakatan bersama menyusul rentetan hasil minor yang membuat tim Merpati tertahan di papan bawah klasemen sementara.

Selama memimpin di pinggir lapangan, Woodman menjelma sebagai sosok pahlawan lokal yang mempersembahkan tiga trofi bergengsi serta membawa klub promosi ke Football League untuk pertama kalinya. Puncak kejayaan tersebut tercipta ketika mereka merengkuh gelar juara League Two pada Mei lalu, yang sekaligus mengantarkan sang juru taktik menyabet penghargaan manajer terbaik divisi tersebut.

Namun, kerasnya persaingan di League One terbukti menjadi ujian yang sangat berat bagi The Ravens yang kini terdampar di peringkat ke-23 klasemen sementara. Mereka baru mengamankan dua kemenangan dari 10 pertandingan pembuka musim ini serta mencatatkan rekor kebobolan 25 gol yang menjadi catatan paling buruk di kompetisi EFL.

Situasi pelik ini semakin diperparah oleh badai cedera yang menghantam skuad serta kekalahan memalukan termasuk takluk 0-4 dari Leicester City dalam lawatan terakhir mereka. Rentetan hasil negatif tersebut memaksa kedua belah pihak mengambil langkah berat untuk berpisah demi kebaikan masa depan tim di sisa kompetisi musim ini.

Untuk sementara waktu, manajemen klub telah menunjuk asisten manajer Byron Webster sebagai pelatih interim guna memimpin persiapan tim menghadapi laga kandang akhir pekan ini. Tantangan besar kini menanti di depan mata untuk mengangkat mentalitas skuad dan mengembalikan klub ke jalur kemenangan di hadapan pendukung setia mereka.