Tekanan berat tengah menghinggapi kursi kepelatihan Gajah Perang setelah juru taktik Anthony Hudson menghadapi teror mengerikan di luar lapangan. Situasi ini mencuat akibat kegagalan Thailand merengkuh gelar juara dalam dua ajang penting secara beruntun. Ancaman tersebut tidak hanya menyasar keselamatan sang pelatih, tetapi juga melibatkan anggota keluarganya secara langsung.
Berdasarkan laporan yang mencuat, bentuk teror yang diterima berkisar dari pesan ancaman pembunuhan, rencana penabrakan menggunakan kendaraan, hingga ancaman mematahkan kaki di tempat umum. Kasus ini mulai tersiar luas ke publik ketika sang pelatih menunjukkan bukti pesan-pesan tersebut kepada pengelola halaman ulasan sepak bola lokal, memperlihatkan betapa tidak sehatnya atmosfer yang harus dihadapinya.
Badai kritik dan teror ini tak lepas dari rentetan hasil minor yang didapat tim nasional. Setelah takluk di tangan Vietnam pada final Piala ASEAN 2026 bulan Agustus lalu, Gajah Perang kembali gagal mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 usai dijegal oleh Indonesia. Pendekatan taktik yang diterapkan juga kerap menjadi bahan bakar kemarahan suporter karena dinilai terlalu pragmatis dan bertahan.
Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, bek Nicholas Mickelson langsung melontarkan pembelaan keras untuk sang juru taktik. Pemain yang berkarier di Jerman bersama Elversberg itu mengecam aksi oknum suporter yang mencampuradukkan hasil di atas lapangan dengan keselamatan nyawa seseorang, menegaskan bahwa kekecewaan suporter sama sekali tidak membenarkan tindakan kriminal semacam itu.
Kendati tekanan mental terus mendera sejak awal masa jabatannya pada akhir tahun 2025 lalu, sang pelatih belum menunjukkan gelagat untuk mundur. Asosiasi Sepak Bola Thailand bahkan memberikan dukungan penuh dengan memperpanjang kontraknya hingga Februari 2028 mendatang, sementara dirinya kini fokus mempersiapkan tim menghadapi ajang King's Cup dan persiapan menuju Piala Asia 2027.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang