Sidang pengadilan di Inggris baru saja mengungkap fakta mengejutkan mengenai insiden rasisme yang melibatkan penyerang sayap Antoine Semenyo. Peristiwa kelam tersebut terjadi pada Agustus 2025 ketika sang pemain masih membela Bournemouth dalam laga pembuka Premier League melawan Liverpool di Stadion Anfield.
Dilansir dari BBC Sport, jaksa penuntut menyampaikan di Liverpool Magistrates' Court bahwa Antoine Semenyo sempat 'mematung' dan merasa sangat terluka setelah mendengar hinaan rasis dari seorang pendukung tuan rumah. Insiden bermula ketika pemain yang kini memperkuat Manchester City itu bersiap melakukan lemparan ke dalam saat pertandingan berjalan sekitar 30 menit.
Terdakwa bernama Mark Mogan (47) didakwa melakukan tindakan dengan agravasi rasial, namun ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut di hadapan pengadilan. Jaksa penuntut Simon Jones memaparkan bahwa saksi mata melihat terdakwa dalam kondisi marah dan agitasi, bahkan sempat melemparkan permen karet yang mengenai celana pendek sang pemain sayap.
Dalam jalannya persidangan, rekaman video dari tribun penonton turut diputar untuk memperkuat argumen pihak berwenang. Saksi mata dari sesama suporter Liverpool menyatakan bahwa terdakwa mendekati area lapangan dari tribun disabilitas sebelum melancarkan pelecehan verbal yang membuat Antoine Semenyo menunjukkan ekspresi terkejut di atas lapangan.
Meski sempat terpukul, Antoine Semenyo tetap melanjutkan laga dan melaporkan insiden tersebut kepada wasit utama pertandingan, Anthony Taylor, begitu bola keluar lapangan. Terdakwa sendiri akhirnya diamankan dan dikeluarkan dari stadion saat paruh pertama pertandingan usai, sementara proses peradilan hukum kasus ini masih terus bergulir.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang