Tekanan besar kini tengah membebani pundak pelatih Marcos Santos menyusul start kurang memuaskan yang dicatatkan oleh Arema FC pada kompetisi Super League musim ini. Dari lima pertandingan awal yang telah dilakoni, skuad berjuluk Singo Edan tersebut baru mampu mengamankan satu kemenangan, menderita satu kekalahan, serta harus puas meraih tiga hasil imbang.
Kritik tajam dari kelompok suporter setia Aremania terpusat pada rapuhnya lini transisi tim, khususnya celah menganga saat beralih dari fase menyerang ke bertahan. Alur serangan yang bertumpu pada kreasi Arkhan Fikri bersama deretan legiun asing kerap meninggalkan lubang besar yang dieksploitasi lawan, terbukti dari kekalahan 1-3 saat ditekuk Garudayaksa FC.
Menanggapi gelombang protes dan tuntutan perubahan strategi tersebut, juru taktik asal Brasil itu memilih merespons dengan sikap terbuka dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan. Ia menegaskan bahwa kritik suporter merupakan bentuk kepedulian terhadap sejarah besar klub dan dirinya siap memikul tanggung jawab penuh untuk segera melakukan perbaikan performa.
Ujian berat berikutnya langsung menanti Singo Edan ketika harus melakukan lawatan tandang menghadapi Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Marcos Santos menyadari betul bahwa calon lawan memiliki skema transisi cepat serta tekanan balik agresif yang memerlukan kedisiplinan tingkat tinggi dari anak asuhnya di atas lapangan.
Evaluasi menyeluruh telah digeber oleh jajaran pelatih demi meredam ancaman lini serang tuan rumah sekaligus mengembalikan jalur kemenangan tim. Sang pelatih optimistis apabila para pemain mampu mengeksekusi instruksi taktik dengan disiplin, peluang untuk mencuri hasil positif di kandang lawan tetap terbuka lebar.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang