Myles Lewis-Skelly bukan sekadar bagian dari masa depan Arsenal. Ia adalah bagian penting dari masa kini tim asuhan Mikel Arteta yang tengah bersaing di papan atas. Spekulasi hengkang yang sempat mengaitkan namanya akhirnya sirna setelah penampilan impresifnya saat Arsenal menghancurkan Manchester City 3-0 di Community Shield, Minggu (10/8/2025). Laga itu tak hanya mengukuhkan trofi, tetapi juga menegaskan betapa krusialnya peran Lewis-Skelly, baik secara teknis maupun finansial.
Bahkan, Arsenal seharusnya lebih rela melepas gelandang sekaliber Martin Zubimendi atau Mikel Merino—dua pemain yang sudah menjadi juara dunia—daripada membiarkan Lewis-Skelly pergi. Itulah seberapa pentingnya ia bagi tim. Di usia yang baru menginjak 19 tahun, Lewis-Skelly telah menunjukkan kematangan yang luar biasa, menjadi bukti nyata bahwa akademi Hale End masih menghasilkan permata-permata berharga.
Dalam laga melawan City, Lewis-Skelly menunjukkan kecerdasannya. Ia dengan tenang membiarkan bola melewati kakinya sebelum melepaskan umpan terukur kepada Riccardo Calafiori yang berujung gol pertama Arsenal. Visi dan eksekusi seperti itu jarang dimiliki pemain seusianya. Kemampuannya membaca permainan lebih awal, berkat latar belakangnya sebagai calon petenis, membuatnya lincah dan cepat beradaptasi di berbagai posisi.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama Lewis-Skelly. Meski paling nyaman bermain sebagai gelandang tengah, ia tak ragu ditempatkan sebagai bek kiri, posisi yang membantunya menembus tim utama Arsenal dan Timnas Inggris. Namun, ia masih perlu mengasah penyelesaian akhir. Meski begitu, dengan usia yang masih sangat muda, ia punya waktu untuk terus belajar dan berkembang.
Kehadiran Lewis-Skelly juga menjadi simbol penting bagi para suporter. Sebagai lulusan akademi yang bergabung sejak usia delapan tahun, ia adalah representasi langsung dari nilai-nilai klub. Di tengah era transfer mahal, mengembangkan pemain muda seperti ia adalah langkah cerdas. Namun, ada kekhawatiran bahwa klub bisa tergoda menjual pemain lokal karena dianggap sebagai 'pure profit' dalam pembukuan keuangan.
Nilai pasar Lewis-Skelly yang disebut-sebut sekitar £45 juta (sekitar Rp900 miliar) terkesan terlalu rendah. Ia masih terikat kontrak hingga 2029, sudah menjadi pemain internasional Inggris, dan memiliki karakter yang kuat. Ingat saja aksinya mencetak gol ke gawang City dan menirukan selebrasi meditasi khas Erling Haaland. Itu semua menunjukkan ia tak gentar menghadapi tekanan.
Dengan jadwal padat yang bisa mencapai 68 pertandingan dalam semusim, rotasi menjadi kunci. Lewis-Skelly akan menjadi andalan Arteta untuk menjaga kebugaran para pemain inti. Ia adalah masa depan sekaligus masa kini Arsenal, dan melepasnya akan menjadi kesalahan besar.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang