Arsenal dikabarkan kembali memanaskan kembali minat mereka terhadap bek tengah Aston Villa, Ezri Konsa. Pemain berusia 28 tahun itu menjadi target utama The Gunners setelah gagal mendatangkannya di awal bursa transfer musim panas ini.

Menurut laporan yang beredar, Konsa masih menikmati liburan pasca Piala Dunia 2026 dan tidak ikut serta dalam skuad Villa untuk laga Piala Super melawan Paris Saint-Germain, Rabu (12/8) waktu setempat. Kehadirannya yang sempat menjadi andalan Inggris di turnamen empat tahunan tersebut membuat namanya kian bersinar.

Arsenal sebenarnya sudah mencoba mendekati Konsa di awal jendela transfer, namun tawaran awal mereka sebesar £30 juta (sekitar Rp600 miliar) ditolak mentah-mentah oleh Villa. Manajemen Villa membanderol bek internasional Inggris tersebut dengan harga £60 juta (sekitar Rp1,02 triliun), angka yang jelas jauh dari estimasi Arsenal.

Musim lalu, Konsa tampil impresif bersama Aston Villa dengan mencatatkan 48 penampilan di semua kompetisi. Ia juga turut mengantarkan Villa meraih gelar juara Liga Europa, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kualitasnya di level tertinggi.

Setelah sukses mengamankan Bruno Guimaraes dari Newcastle, Arsenal kini mengalihkan fokus mereka ke lini pertahanan. Fleksibilitas Konsa yang bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan dinilai sebagai nilai tambah yang sangat diinginkan oleh pelatih Mikel Arteta di Emirates Stadium.

Meski demikian, Arsenal sadar mereka harus meningkatkan tawaran secara signifikan jika ingin memboyong Konsa. Pertanyaannya, apakah Villa bersedia melepas pemain kunci mereka dengan harga di bawah valuasi yang mereka tetapkan? Hingga saat ini, belum ada kepastian dari pihak Villa.

Di sisi lain, BBC Sport melaporkan bahwa Arsenal juga telah melakukan pembicaraan eksploratif dengan Tottenham Hotspur terkait kemungkinan transfer kapten mereka, Cristian Romero. Namun, Spurs dikabarkan tidak berniat menjual pemain berusia 28 tahun itu ke Arsenal mengingat rivalitas sengit antara kedua klub asal London Utara tersebut.

Romero sendiri mengalami cedera lutut saat melawan Sunderland pada April lalu dan harus menepi hingga akhir musim domestik. Namun, ia kembali tampil sebagai starter untuk Argentina di Piala Dunia, termasuk bermain 70 menit di final saat dikalahkan Spanyol.

Keputusan akhir ada di tangan Villa. Apakah mereka akan bertahan dengan harga tinggi atau membuka negosiasi? Yang jelas, Arsenal tidak akan menyerah begitu saja dalam upaya memperkuat lini belakang mereka.