Manajer Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan rasa lega setelah Arsenal sukses memetik kemenangan krusial 2-1 atas Leeds United di Stadion Emirates. Hasil positif ini sekaligus menjadi jawaban tegas atas kritik tajam yang sempat menghantam skuad Meriam London pasca kekalahan memalukan dari Brighton & Hove Albion sebelum jeda internasional. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol James Justin pada menit ke-55, sang juara bertahan menunjukkan mentalitas juara untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.

Kemenangan dramatis ini lahir berkat kontribusi gol dari Riccardo Calafiori dan gelandang pengganti Bruno Guimarães. Tambahan tiga angka tersebut membuat posisi Arsenal kini menyamai perolehan poin Manchester City di puncak klasemen sementara Premier League. Arteta mengakui bahwa timnya membawa beban berat di perut mereka menyusul kekalahan telak 3-0 dari Brighton, sebuah hasil yang membuat identitas permainan tim sempat dipertanyakan banyak pihak.

"Kami tahu pertandingan hari ini akan sangat berat karena kami datang setelah tiga minggu tanpa 16 pemain dan membawa luka dari kekalahan telak," ungkap Arteta dilansir dari ESPN FC. Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa timnya memiliki dua misi utama dalam laga ini, yakni menghadapi tantangan dari Leeds yang belum terkalahkan di liga serta membuktikan bahwa harga diri dan identitas permainan mereka belum luntur. Waktu kick-off pukul 12.30 siang di kandang setelah menelan kekalahan di laga sebelumnya diakui Arteta sebagai kombinasi yang sangat berbahaya bagi mental pemain.

Jeda internasional selama tiga minggu dimanfaatkan oleh sang manajer untuk merenungkan performa buruk timnya. Arteta bahkan mengaku matanya merasa sakit saat harus memutar kembali rekaman pertandingan melawan Brighton untuk melakukan evaluasi mendalam. Meski sempat menyalahkan diri sendiri dan mempertanyakan keputusan taktik yang diambil, ia memilih untuk fokus mengambil pelajaran berharga dari jadwal padat serta performa lawan yang memang tampil jauh lebih baik pada hari itu.

Sementara itu, debut kandang Bruno Guimarães kembali membuahkan hasil manis setelah sang gelandang mencetak gol penentu kemenangan dari bangku cadangan. Ini merupakan kali kedua pemain tersebut menjadi pahlawan penyelamat tim setelah sebelumnya juga mencetak gol krusial saat menghadapi Sunderland bulan lalu. Arteta memuji kualitas luar biasa yang ditunjukkan oleh pemainnya tersebut, menegaskan bahwa ketajaman dan mentalitas seperti itu sangat dibutuhkan jika timnya ingin terus berada di jalur juara musim ini.