Kabarnya, Aston Villa tertarik memboyong Jonathan David dari Juventus dengan skema pinjaman plus kewajiban membeli di akhir musim. Ini kabar yang cukup mengejutkan, mengingat striker asal Kanada itu baru bergabung dengan Bianconeri pada musim panas lalu sebagai agen bebas.

Menurut laporan dari Football Italia, Aston Villa disebut-sebut siap menebus David dengan status permanen, bukan sekadar opsi. Ini kabar yang cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya hanya ada pembicaraan soal pinjaman dengan opsi beli. Namun, laporan terbaru dari Tuttomercatoweb dan Radio Sportiva menyebut bahwa Villa ingin mengunci kesepakatan lebih pasti.

Kedatangan David ke Juventus sebenarnya tidak gratis. Meski berstatus bebas transfer, Bianconeri harus mengeluarkan sekitar €12 juta (sekitar Rp204 miliar) untuk berbagai komisi dan bonus. Namun, performanya di Turin tidak sesuai ekspektasi. Dalam 46 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mencetak delapan gol dan lima assist. Catatan yang jelas kurang memuaskan untuk seorang penyerang haus gol.

David hanya tampil sebagai starter dalam 27 pertandingan. Seiring berjalannya musim, ia semakin tersingkir dari persaingan, terutama setelah Dusan Vlahovic pulih dari cedera. Pelatih Juventus lebih memilih Vlahovic sebagai ujung tombak utama, membuat David harus rela menjadi penghangat bangku cadangan.

Bagi Aston Villa, langkah ini menarik. Mereka butuh penyerang tajam untuk menembus empat besar Premier League dan bersaing di kompetisi Eropa. David, yang pernah berkarier di KAA Gent dan Lille, punya pengalaman panjang di Eropa sejak 2018. Jika kesepakatan ini terwujud, ia bisa menjadi amunisi baru di lini depan The Villans.

Namun, pertanyaannya, apakah Juventus mau melepas David dengan harga yang pantas? Dengan kontraknya yang panjang, mereka punya posisi tawar kuat. Tapi jika tawaran Villa benar-benar masuk, manajemen Bianconeri mungkin akan mempertimbangkannya dengan serius.