Badai kembali menghantam internal Manchester United setelah bek tangguh Lisandro Martinez melontarkan kritik terbuka terhadap jajaran petinggi klub pasca kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid. Komentar blak-blakan pemain asal Argentina itu langsung mengarah kepada sang direktur, menyusul minimnya kualitas skuad dibanding tim-tim top lainnya saat ini. Situasi ini mengingatkan publik pada tensi panas era kepelatihan sebelumnya, di mana intrik petinggi klub kerap menjadi pemicu kekacauan di ruang ganti Setan Merah.
Sorotan utama kini tertuju kepada Jason Wilcox yang kembali berada di garis depan badai kritik suporter dan internal klub. Meski sumber internal memastikan posisi sang direktur aman dan tidak akan dipecat, kebijakan transfer musim panas lalu senilai sekitar Rp3,1 Triliun untuk mendatangkan pemain seperti Carlos Baleba, Andrey Santos, dan Youri Tielemans menuai banyak tanya. Terutama karena kebutuhan mendesak untuk posisi bek kiri dan striker pelapis sempat terabaikan, membuat kedalaman skuad asuhan pelatih Manchester United terlihat rapuh di awal musim kompetisi.
Komentar pedas Martinez juga memantik spekulasi baru mengingat kontraknya akan berakhir pada akhir musim ini, meski klub memiliki opsi perpanjangan satu tahun. Sikap vokal sang bek dinilai sebagian pihak sebagai tekanan agar opsi tersebut tidak diaktifkan, membuka peluang hengkang secara gratis atau dengan harga miring pada Januari mendatang. Di sisi lain, rekan senegaranya, Cristian Romero, sebelumnya sempat melakukan aksi serupa di klub lain, memperlihatkan pola protes pemain terhadap kebijakan manajemen yang dinilai kurang ambisius.
Bagi staf pelatih, situasi ini jelas menjadi ujian berat di tengah rentetan hasil buruk yang sudah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan. Pertanyaan-pertanyaan seputar friksi internal ini dipastikan bakal terus mengejar tim jelang lawatan tandang berikutnya. Para pemain seperti Tielemans memilih bungkam ketika disinggung soal kritik terbuka tersebut, menandakan adanya ketegangan laten di ruang ganti yang harus segera diredam demi mengembalikan fokus tim di atas lapangan.
Ketidakpercayaan suporter terhadap INEOS dan kepemimpinan minoritas kian terkikis melihat arah strategi klub yang dianggap tidak jelas, ditambah beban utang klub yang mencapai sekitar Rp22 Triliun. Keputusan mengalokasikan dana besar untuk rencana stadion baru ketimbang memperkuat kedalaman skuad secara instan semakin memicu kemarahan tribun Old Trafford. Dilansir dari BBC Sport, tekanan kini berada di pundak manajemen untuk segera membuktikan kapasitas mereka sebelum musim ini benar-benar lepas kendali.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang