Ajang penghargaan individu paling prestisius di kalender sepak bola kembali hadir dalam edisi ke-70. Digelar secara langsung dari London Palladium dan dipandu oleh Kate Scott serta Thierry Henry, penghargaan tahun ini menjadi momen krusial bagi para pemain elite dunia. Dilansir dari FourFourTwo, untuk kelima kalinya dalam sejarah, pemenang ditentukan berdasarkan performa sepanjang musim kompetisi, bukan lagi berdasarkan tahun kalender. Nama-nama besar seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, hingga wonderkid Lamine Yamal diprediksi berada di garis terdepan dalam persaingan ketat memperebutkan Ballon d'Or 2026.
Persaingan sektor putra dipanaskan oleh dominasi bintang-bintang dari Liga Inggris. Tercatat ada tiga pemain Inggris yang masuk dalam daftar nominasi, yakni Declan Rice, Jude Bellingham, dan Harry Kane. Secara keseluruhan, ada tujuh pemain dari Premier League yang masuk dalam daftar pendek, termasuk Gabriel serta William Saliba dari Arsenal, Marc Cucurella, Bruno Fernandes dari Manchester United, serta duo Manchester City Rodri dan Erling Haaland.
Tak kalah menarik, aroma kesuksesan di level internasional juga kental terasa. Sebanyak enam penggawa tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia musim panas lalu turut mendapatkan tempat, termasuk Lamine Yamal, Marc Cucurella, Rodri, Fabian Ruiz, Pau Cubarsi, serta Ferran Torres. Di sisi lain, peraih penghargaan tahun lalu, Ousmane Dembele, kembali masuk dalam daftar nominasi setelah sukses mengamankan titel Liga Champions bersama Paris Saint-Germain.
Beralih ke sektor putri, persaingan Ballon d'Or Feminin 2026 juga menghadirkan tensi tinggi dengan memuat deretan pemain top dari Women's Super League. Sejumlah nama beken seperti Alessia Russo, Mariona Caldentey dari Arsenal, serta barisan bintang Manchester City macam Alex Greenwood, Bunny Shaw, Yui Hasegawa, Kerstin Casparij, dan Vivianne Miedema turut menghiasi daftar. Kehadiran Melvine Malard dari Manchester United serta peraih sukses Barcelona musim lalu, Alexia Putellas, semakin menegaskan kualitas persaingan.
Dinamika penghargaan kali ini terasa semakin unik dengan absennya beberapa nama besar serta masuknya para srikandi lapangan hijau yang tampil konsisten. Dengan format penilaian berbasis performa semusim penuh, malam puncak penghargaan di London ini dipastikan menjadi salah satu edisi paling sulit ditebak dalam sejarah, menguji seberapa besar dampak kontribusi seorang pemain bagi klub dan negaranya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang