Kekalahan telak yang dialami oleh Hearts di kandang Celtic akhir pekan lalu menyisakan luka mendalam sekaligus perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola Skotlandia. Bagaimana tidak, mimpi besar tim tamu untuk merajai liga seketika runtuh setelah gawang mereka diberondong tujuh gol tanpa balas dalam sebuah laga yang berjalan berat sebelah.

Pelatih kepala Hearts, Wouter Vrancken, teguh pada pendiriannya dan menyebut kekalahan memalukan ini murni akibat kesalahan individu pemain alih-alih skema taktik yang ia terapkan. Dilansir dari BBC Sport, sang juru taktik asal Belgia tersebut enggan mengubah filosofi menyerangnya meski lini belakang timnya diobrak-abrik sejak menit awal pertandingan.

Pendekatan naif bermain terbuka dan meladeni permainan tuan rumah secara agresif menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk pandit senior Kris Boyd yang mengaku belum pernah melihat cara bertahan seburuk itu sepanjang hidupnya. Keputusan pelatih yang enggan memasang rencana cadangan (Plan B) membuat tribun penonton gelisah dan mempertanyakan fleksibilitas sang juru taktik saat menghadapi tim raksasa.

Badai kritik tidak hanya datang dari kalangan pengamat luar, melainkan juga memicu kekhawatiran mendalam dari para pendukung setia yang melihat pertahanan tim kesayangan mereka tampil rapuh bak tanpa arah. Evaluasi cepat wajib segera dilakukan Vrancken sebelum mentalitas skuad runtuh total, mengingat masih ada deretan laga berat menanti di depan mata demi menjaga asa bertahan di papan atas klasemen.