Langkah Barcelona di bawah komando Hansi Flick akhirnya harus menemui tembok tejal yang amat menyakitkan pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu dini hari WIB. Dalam lawatan panas ke markas Paris Saint Germain, Blaugrana dipaksa bertekuk lutut dengan skor 2-4 di hadapan pendukung lawan yang memenuhi stadion.

Kekalahan perdana musim ini terasa begitu memalukan karena lini pertahanan Barcelona diobrak-abrik tanpa ampun oleh sang tuan rumah. Merujuk pada catatan statistik Misterchip, gawang wakil Spanyol itu benar-benar dibombardir dengan menerima 15 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan berlangsung. Angka tersebut menjadi rekor ancaman terbanyak yang pernah diterima Barcelona dalam satu dekade terakhir di laga resmi.

Bahkan, badai serangan ini jauh lebih mengerikan jika dibandingkan dengan kenangan pahit ketika mereka dibantai Bayern Munchen dengan skor telak 8-2 silam, di mana Die Roten 'hanya' mencatatkan 13 tembakan on target. Sepanjang 90 menit di Paris, lini belakang yang digalang tim tamu tampak kewalahan membendung agresivitas lini depan Les Parisiens yang tampil sangat trengginas.

Sebenarnya, Robert Lewandowski dan kolega sama sekali bukan tanpa perlawanan di atas lapangan hijau. Tercatat, skuad asuhan Hansi Flick mampu melepaskan total 18 percobaan tembakan, meski sayangnya hanya lima di antaranya yang menemui sasaran tepat ke gawang lawan. Ketajaman penyelesaian akhir menjadi pembeda kontras dalam duel sengit antarklub raksasa Eropa ini.

Hasil minor di Parc des Princes ini secara otomatis langsung memutus rekor 11 kemenangan beruntun yang sebelumnya sudah dibangun Barcelona di semua kompetisi. Luka kehilangan rekor sempurna tersebut kian bertambah perih lantaran aktor di balik kehancuran mereka adalah sang mantan pelatih sekaligus legenda klub sendiri, Luis Enrique, yang kini sukses mempermalukan Blaugrana dalam tiga pertemuan beruntun di Liga Champions.