Badan Sepak Bola Spanyol (RFEF) resmi menjatuhkan sanksi denda sebesar €602 atau sekitar Rp10,2 Juta kepada Barcelona setelah terbukti melakukan pendekatan ilegal terhadap penyerang andalan Atletico Madrid. Langkah kontroversial ini memicu ketegangan di bursa transfer ketika Blaugrana berupaya memboyong sang bomber tanpa izin resmi sebelumnya.
Dilansir dari ESPN FC, investigasi RFEF menemukan bahwa direktur olahraga Deco kedapatan melakukan komunikasi tertutup dengan agen sang pemain, Fernando Hidalgo, pada 15 Mei lalu. Padahal, surat resmi baru dikirimkan manajemen Camp Nou kepada pihak Atletico pada 28 Mei, memicu kemarahan kubu Wanda Metropolitano yang langsung melapor ke RFEF serta FIFA.
Meskipun lolos dari sanksi berat Artikel 93 yang menyasar pelanggaran berulang, pelanggaran ini tetap dikategorikan sebagai pelanggaran ringan di bawah Artikel 133 RFEF. Di sisi lain, tawaran fantastis senilai €100 Juta atau setara dengan Rp1,7 Triliun yang disodorkan raksasa Catalan tersebut sempat membuat situasi bursa transfer memanas sepanjang musim panas.
Konflik internal ini sempat membuat Julian Alvarez mendapat cemoohan dari pendukungnya sendiri di awal musim. Namun, hubungan yang sempat retak perlahan mulai mencair setelah sang penyerang asal Argentina menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik Wanda Metropolitano usai mencetak gol kemenangan.
Panasnya tensi kedua klub dipastikan akan mencapai puncaknya akhir pekan ini. Atletico Madrid dijadwalkan menjamu sang pemuncak klasemen sementara dalam duel sarat gengsi di La Liga yang diprediksi bakal membakar atmosfer stadion.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang