Ketegangan memuncak di panggung Barcelona setelah kekalahan menyakitkan di markas lawan. Pertandingan panas di ajang Paris Saint-Germain harus tercoreng oleh aksi suporter tuan rumah di Parc des Princes. Sebuah koreografi raksasa atau tifo yang memampang gambar mengerikan mendadak membakar tensi tribun penonton sebelum wasit meniup peluit kick-off.

Dilansir dari BBC Sport, suporter Les Parisiens membentangkan spanduk kontroversial bergambar sosok bermasker mengenakan jersey PSG yang sedang menghancurkan lambang kebanggaan Blaugrana menggunakan gergaji mesin berdarah. Di bawah ilustrasi mengerikan tersebut, tertera tulisan berbahasa Prancis yang berarti pembantaian ala Paris. Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari manajemen klub tamu yang tidak tinggal diam menghadapi teror visual tersebut.

Manajemen raksasa Catalan langsung melayangkan laporan resmi kepada otoritas tertinggi sepak bola Eropa, UEFA. Dalam pernyataan tegasnya, mereka menyebutkan bahwa aksi provokatif tersebut sangat mengganggu dan secara nyata mempromosikan kebencian serta kekerasan dalam dunia olahraga. Kubu tim tamu menegaskan bahwa nilai-nilai sportivitas, respek, dan fair play harus dijunjung tinggi tanpa ternoda pesan-pesan anarkis yang mencederai sportivitas.

Insiden panas ini terjadi berbarengan dengan hasil minor di atas lapangan hijau, di mana armada asuhan pelatih top harus takluk dengan skor 4-2 dari wakil Prancis tersebut. Hasil minor ini sekaligus menghentikan tren positif mereka di awal fase grup setelah sebelumnya sukses menyapu bersih kemenangan di dua pertandingan perdana kompetisi antarklub paling elite benua biru musim ini.

Berdasarkan regulasi disiplin UEFA pasal 16, penggunaan gestur, kata-kata, objek, atau sarana apa pun untuk menyampaikan pesan provokatif yang tidak layak dalam agenda olahraga dapat berbuah sanksi tegas. Hukuman potensial bagi pelanggaran pertama ini mencakup denda finansial sebesar 10.000 Euro atau sekitar Rp170 Juta. Hingga kini, pihak UEFA dan manajemen klub Paris masih belum memberikan respons resmi lanjutan terkait investigasi insiden tersebut.