Kegagalan pahit di ajang Ashes tampaknya sudah dilupakan sepenuhnya oleh Ben Duckett. Sang pembuka permainan ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak membawa beban psikologis saat harus kembali menyeberang ke Australia untuk melakoni seri pertandingan putih dalam waktu dekat. Dilansir dari Sky Sports, kebangkitan performa usai menutup rangkaian tri-series di Pakistan memberikan suntikan moral yang sangat masif bagi sang pemain.

Musim dingin lalu di Australia memang bukan kenangan indah bagi Duckett. Ia kesulitan menemukan bentuk permainan terbaiknya di nomor Test dan hanya mencatatkan rata-rata 20,2 dari sepuluh inning ketika timnya takluk 4-1. Situasi kian runyam tatkala video kontroversial sempat menyeret namanya di luar lapangan. Kendati demikian, rekam jejaknya di format 50 over melawan Australia berbicara lain dengan catatan 470 dari enam laga serta rata-rata impresif 78,33.

Kepada Press Association, Duckett dengan tegas menyatakan bahwa perbedaan warna bola serta format pertandingan menjadi alasan utama mengapa dirinya bisa move on dengan cepat. Momentum positif baru saja ia raih di Stadion Gaddafi, termasuk torehan skor tertinggi pribadinya yakni 167 run ketika mengandaskan Sri Lanka. Konsistensi luar biasa di format ODI sepanjang tahun ini dengan rata-rata 56,7 membuktikan kapasitasnya sebagai tumpuan lini serang.

Kolaborasi apik bersama Tom Banton di pos pembuka turut menghadirkan warna tersendiri bagi komposisi skuad. Duet anyar ini mencatatkan rata-rata kemitraan mencapai 71 poin dari sampel laga yang ada, memberikan opsi melimpah bagi jajaran pelatih di tengah potensi kembalinya Jacob Bethell dari cedera lutut. Situasi ini dinilai sebagai 'problem menyenangkan' yang justru dibutuhkan oleh tim nasional.

Dukungan penuh turut mengalir dari para pengamat dan legenda. Mantan kapten Inggris, Nasser Hussain, secara terbuka menyebut bahwa kualitas kelas wahid yang dimiliki Duckett tidak pernah pudar, sementara eks fast bowler Mark Wood memuji ketahanan mental sang rekan setim dalam menjawab berbagai keraguan publik menjelang rangkaian jadwal padat di tanah Australia.