Malam Liga Champions pekan ini menyisakan luka mendalam bagi sepak bola Italia setelah catatan sejarah kelam tercipta di atas lapangan hijau. Dilansir dari Football Italia, untuk pertama kalinya dalam sejarah, empat wakil Serie A secara bersamaan menelan kekalahan dalam satu ronde pertandingan Eropa. Sorotan utama tertuju ke Stadio Olimpico, di mana Roma harus merasakan kegetiran luar biasa usai membuang keunggulan 3-1 dan takluk 4-3 dari Real Madrid hanya dalam kurun waktu delapan menit yang menegangkan.

Pasukan asuhan Gian Piero Gasperini sejatinya sempat membuat raksasa Spanyol tersebut tak berkutik hingga menit-menit akhir. Namun, badai cedera yang menimpa Manu Koné dan Paulo Dybala mengubah segalanya di atas lapangan. Masuknya sejumlah pemain pengganti di kubu lawan sukses membalikkan keadaan secara dramatis. Jose Mourinho, yang berada di kubu lawan, mengakui keunggulan awal tuan rumah sebelum petaka delapan menit tersebut menghancurkan impian publik Olimpico.

Kekalahan menyakitkan ini tidak hanya menjadi milik Giallorossi seorang diri di kancah Eropa. Como yang digawangi Cesc Fabregas juga harus gigit jari usai dipukul 3-2 oleh Feyenoord meski sempat memimpin jalannya laga terlebih dahulu. Hasil negatif ini melengkapi derita Italia menyusul hasil buruk yang sebelumnya juga dialami oleh Inter Milan dan Napoli di kompetisi kontinental.

Kini, beban berat untuk memulihkan kehormatan Calcio berada di pundak kontestan lain yang tampil di ajang berbeda. AC Milan dan Juventus harus membuktikan kapasitas mereka di panggung Eropa. Rossoneri mengandalkan penyerang muda untuk mencuri gol di markas Salzburg, sementara Bianconeri bertekad bangkit di kandang Celta Vigo demi menghapus memori kelam pekan ini.