Manajer Martin O'Neill memilih untuk mengambil sisi positif dari babak kedua usai tim asuhannya takluk 4-1 dari Benfica di ajang Europa League. Meski menelan kekalahan telak di Lisbon, ia tetap bersikeras bahwa timnya masih memiliki peluang besar untuk bisa lolos ke babak knock-out meski mengawali kompetisi dengan hasil yang lambat.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Celtic yang kini telah tumbang empat kali dari lima pertandingan terakhir mereka. Seluruh laga krusial musim ini selalu berakhir dengan hasil negatif bagi skuad asuhan O'Neill. Di babak pertama, gawang mereka langsung jebol akibat kesalahan sendiri, termasuk penalti cepat yang dihadiahkan Dane Murray kepada Jhon Duran saat laga baru berjalan empat menit.

Tertinggal tiga gol tanpa balas di paruh pertama membuat upaya bangkit di babak kedua terasa sangat berat. Camilo Duran sempat memperkecil kedudukan dan membuat permainan lebih hidup, namun Vangelis Pavlidis memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol keempat di pengujung laga. Hasil minor ini membuat posisi wakil Skotlandia tersebut merosot ke peringkat 34 dari 36 kontestan di klasemen sementara.

Kapten tim Callum McGregor mengakui dengan jujur bahwa rekan-rekan setimnya adalah dalang dari kehancuran mereka sendiri di paruh pertama. Kesalahan sendiri terbukti menjadi hukuman berat saat berlaga di level tertinggi Eropa. Kritik keras bahkan datang dari pengamat yang menyebut raksasa Skotlandia tersebut sebagai tim yang mandul ketika menghadapi lawan-lawan berat.

Kendati lini belakang rapuh dan rekrutan termahal Kasper Hogh kembali gagal mencetak gol hingga harus ditarik saat jeda turun minum, O'Neill tetap optimistis. Ia kini dihadapkan pada PR besar untuk mengembalikan ketajaman lini serang dan memperbaiki mentalitas bertanding timnya demi menjaga asa di kompetisi Eropa.