Badai cedera atau akumulasi kartu biasanya jadi momok utama klub sepak bola profesional. Namun, situasi pelik kini tengah melanda sejumlah kontestan NWSL menjelang fase krusial musim reguler. Sejumlah pemain kunci tim nasional Zambia dipastikan harus melewatkan beberapa pekan pertandingan krusial akibat aturan protokol kesehatan yang cukup ketat dari pemerintah Amerika Serikat.

Situasi ini bermula ketika Barbra Banda dan rekan-rekan setimnya tampil membela negara mereka menghadapi tuan rumah Uganda pada 8 Oktober lalu. Laga tersebut merupakan bagian dari babak kualifikasi Afrika untuk ajang Olimpiade 2028. Sayangnya, lawatan ke wilayah tersebut membawa konsekuensi administratif yang berat bagi kiprah mereka di kompetisi domestik Amerika Serikat.

Berdasarkan aturan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, warga negara asing yang sempat berada di Uganda dilarang memasuki kembali wilayah AS selama 21 hari ke depan. Kebijakan ini diberlakukan menyusul kekhawatiran atas wabah Ebola yang sempat melanda kawasan tersebut awal tahun ini. Pihak liga menegaskan bahwa seluruh pemain yang bersangkutan saat ini berada dalam kondisi kesehatan yang sangat prima tanpa indikasi apapun.

Klub-klub yang dinaungi para pemain bintang tersebut harus memutar otak mencari solusi taktis jelang akhir musim reguler. Orlando Pride harus merelakan penyerang tajam mereka yang telah mengemas 17 gol musim ini, sementara Angel City FC juga kehilangan Prisca Chilufya yang tengah berjuang mengamankan tiket playoff. Tanpa adanya intervensi atau dispensasi khusus dari pemerintah, masa karantina mandiri baru akan berakhir sekitar tanggal 30 Oktober mendatang.

Dilansir dari ESPN FC, hambatan serupa juga nyaris menimpa penyerang Washington Spirit, Rosemonde Kouassi, yang memperkuat Pantai Gading. Beruntung, pihak klub cerdik menyiasatinya dengan tidak melepas sang pemain pada leg pertama di Republik Demokratik Kongo, sehingga ia bisa menghindari protokol karantina ketat sekembalinya ke Amerika Serikat.