Musim dingin di tanah Inggris selalu menghadirkan siklus kecemasan yang sama di kalangan pendukung Manchester United. Tradisi pemecatan pelatih seolah menjadi ritual tahunan yang berulang, mulai dari era Erik ten Hag hingga posisi Michael Carrick yang kini tengah berada di ujung tanduk. Setan Merah kini bahkan harus berjuang keras menjauh dari zona degradasi hanya berkat keunggulan selisih gol semata di klasemen Premier League.

Situasi pelik ini sudah berlangsung selama 14 musim lamanya sejak Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun dari dunia kepelatihan. Pergantian demi pergantian juru taktik terus dilakukan manajemen klub raksasa tersebut tanpa hasil yang konsisten. Pertanyaan besar pun muncul di kalangan pengamat sepak bola, apakah benar ada sosok pelatih di dunia ini yang sanggup menyelamatkan kapal karam Old Trafford?

Berdasarkan analisis statistik modern dan buku riset sepak bola, nilai seorang manajer top di level tertinggi sebenarnya kurang lebih setara dengan kontribusi seorang pemain bintang papan atas. Jika merunut pada daftar juru taktik terbaik dalam satu dekade terakhir, nama Jurgen Klopp dan Pep Guardiola selalu berada di jajaran teratas. Namun, jika menilik rekam jejak sukses membangun tim tanpa dana tak terbatas, Klopp seringkali dianggap sebagai figur paling ideal untuk menghadapi tantangan struktural yang berat.

Mari berandai-andai seandainya Manchester United menunjuk Klopp alih-alih David Moyes pada tahun 2013 silam. Dalam simulasi statistik paling ekstrem sekalipun, jika kehadiran pelatih asal Jerman tersebut mampu menyumbangkan tambahan 10 poin ekstra di setiap musimnya, kenyataan pahit tetap tidak bisa dihindari begitu saja oleh klub.

Secara rata-rata, Setan Merah mungkin akan finis di posisi yang sedikit lebih baik dan mengamankan zona Liga Champions lebih sering dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Namun, seperti yang dilansir dari ESPN FC, sistem internal klub yang bobrok dan penuh disfungsi akan tetap menarik sang manajer ke bawah, membuat mereka mustahil meraih gelar juara liga.