Badai kritik tengah menghantam Jamie Carragher di dunia maya setelah sebuah video pengakuan kontroversial masa lalunya kembali viral di media sosial. Komentar sang pandit sepak bola ini mendadak jadi sorotan tajam, terutama karena bertolak belakang dengan sikap kerasnya terhadap kasus pelanggaran finansial Manchester City di ajang Premier League baru-baru ini.

Dilansir dari FourFourTwo, kemarahan publik bermula ketika mantan bek Liverpool tersebut dengan lantang menyebut bahwa seluruh gelar juara The Citizens seharusnya dicopot. Ia menilai titel yang diraih klub asuhan Pep Guardiola tersebut ternoda dan merampas momen emosional murni para pemain lawan yang bertarung secara bersih di atas lapangan hijau.

Namun, para suporter sepak bola dengan cepat menemukan celah kemunafikan dalam argumen tersebut. Sebuah potongan siniar lawas dari acara The Diary of a CEO pada 2022 memperlihatkan pengakuan jujur Carragher tentang mentalitas kompetitifnya yang ekstrem, di mana ia secara terbuka menyatakan lebih memilih cara-cara curang demi mengamankan sebuah kemenangan.

Dalam klip yang kini kembali beredar luas itu, pria berusia paruh baya tersebut menegaskan bahwa obsesinya terhadap hasil akhir membuatnya tidak peduli pada batasan fair play. Sontak, pernyataan lawas ini memicu perdebatan sengit di antara para penikmat sepak bola Inggris yang membandingkan standar ganda sang pandit televisi.

Meskipun komentar dalam siniar tersebut tidak merujuk secara langsung pada kasus hukum yang menjerat Manchester City, kontradiksi sikap ini tetap saja menciptakan ketidaknyamanan publik. Di satu sisi ia menuntut hukuman berat demi integritas olahraga, sementara di sisi lain ia pernah mengakui punya hasrat menang dengan menghalalkan segala cara.