Klub raksasa Borussia Dortmund mengambil langkah inovatif demi menjaga atmosfer tradisional di tribun penonton. Mulai laga kandang akhir pekan ini melawan Eintracht Frankfurt, Die Borussen resmi meluncurkan fitur aplikasi khusus yang memberikan berbagai penghargaan menarik bagi suporter yang rela tidak menyentuh gawainya selama pertandingan berlangsung di stadion.

Dilansir dari ESPN FC, langkah ini diambil manajemen klub karena semakin banyak suporter yang merasa terganggu dengan aktivitas swafoto, siaran langsung, hingga pembuatan konten media sosial di tribun. Melalui 'fan mode' di aplikasi resmi klub, sistem akan mengukur seberapa sering layar ponsel dibuka sepanjang 90 menit laga berjalan tanpa menghitung waktu istirahat babak pertama.

Direktur Pelaksana Borussia Dortmund, Carsten Cramer, menegaskan bahwa momen kebersamaan 81 ribu orang bernyanyi dan bersorak di stadion adalah hal yang tidak bisa tergantikan oleh dunia digital. Suporter yang konsisten tidak membuka ponsel akan mengumpulkan poin tertinggi dan berhak membawa pulang hadiah berupa jersey bertandatangan serta voucer belanja merchandise resmi klub.

Skema penghargaan ini bersifat sukarela dan tidak ada larangan mutlak bagi penonton yang tetap ingin menggunakan ponsel mereka. Kendati demikian, kebijakan tersebut menjadi bagian dari gelombang perlawanan di sepak bola Jerman terhadap maraknya komersialisasi atmosfer stadion oleh para influencer yang kerap membawa perlengkapan kamera profesional demi konten media sosial.

Sebelumnya, klub divisi dua Hertha Berlin dan Dynamo Dresden juga telah mengambil kebijakan tegas dengan melarang produksi video komersial demi melindungi hak siar klub serta kenyamanan penonton. Sementara itu, pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, menyambut positif inisiatif ini dan mengakui bahwa mengurangi durasi menatap layar ponsel akan membantu semua orang lebih fokus pada hal-hal penting di sekitar mereka.