Dunia sepak bola kembali diguncang oleh skandal finansial besar ketika Josh Wander, salah satu pendiri perusahaan investasi Everton yang gagal diambil alih, secara resmi mengaku bersalah atas kasus penipuan di pengadilan federal Manhattan, New York. Dilansir dari ESPN FC, pengusaha asal Amerika Serikat tersebut terlibat dalam skema kecurangan yang merugikan para investor hingga nominal fantastis yang wajib dikembalikan sebesar sekitar Rp7,7 Triliun.
Dalam persidangan di hadapan Hakim J. Paul Oetken, Wander mengakui bahwa dirinya sengaja meminjam uang pada periode 2021 hingga 2022 dengan menggunakan laporan aset yang digelembungkan secara sengaja. Skandal ini langsung menyoroti rekam jejak perusahaan yang sebelumnya sempat berekspansi secara agresif ke berbagai klub sepak bola dunia yang tengah mengalami kesulitan finansial pasca pandemi COVID-19.
Selama masa operasionalnya, perusahaan yang berbasis di Miami ini sempat menanamkan saham di beberapa tim elite Eropa seperti klub Hertha Berlin di Jerman, Genoa di Italia, hingga Standard Liege dan Vasco da Gama. Namun, ambisi besar mereka runtuh pada tahun 2024 ketika upaya pengambilalihan klub Liga Inggris gagal total akibat gugatan hukum dari investor London di New York yang membongkar borok finansial mereka.
Kasus hukum yang menjerat Wander ini menjadi cerminan nyata dari sisi gelap tren kepemilikan multi-klub yang kini menjamur di kancah sepak bola global. Otoritas tertinggi sepak bola Eropa, UEFA, bahkan telah lama memperingatkan bahwa tren investasi lintas negara seperti ini dapat menjadi ancaman serius bagi integritas kompetisi serta industri transfer pemain internasional.
Menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal hingga 40 tahun, Wander kini harus bersiap menjalani sidang vonis yang dijadwalkan pada tanggal 1 Maret mendatang setelah sepakat membayar ganti rugi penuh. Keputusan hukum ini sekaligus menutup babak kelam ambisi ekspansi finansial yang sempat mengguncang stabilitas berbagai tim sepak bola di berbagai belahan dunia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang